CIREBON, AlexaNews.ID – Kecelakaan tunggal terjadi di Jembatan Kanggraksan, Kota Cirebon, Selasa (3/2/2026) siang. Sebuah truk pengangkut kedelai terguling setelah mengalami kerusakan teknis saat melintas di atas jembatan tersebut, sehingga arus lalu lintas sempat tersendat.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.05 WIB. Truk Colt Diesel bernomor polisi E 8767 MG yang dikemudikan Chaerul Anwar (47), warga Kecamatan Harjamukti, awalnya melaju normal sebelum akhirnya kehilangan kendali.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi menyebutkan, kendaraan tampak tidak stabil sesaat sebelum kecelakaan terjadi.
“Truknya oleng ke kiri dan kanan, lalu tiba-tiba ambruk ke sisi kanan jalan,” ujar seorang saksi mata.
Petugas kepolisian dari Satlantas Polres Cirebon Kota yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan awal, kecelakaan tersebut disebabkan oleh kegagalan teknis pada kendaraan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Cirebon Kota, Ipda Rian Marfilianto, menjelaskan bahwa truk bermuatan kacang kedelai seberat sekitar 9 ton itu mengalami patah as roda belakang sebelah kanan.
“Truk Colt Diesel bermuatan kedelai kurang lebih sembilan ton mengalami patah as roda belakang kanan saat melintasi Jembatan Kanggraksan, sehingga kendaraan terguling ke kanan,” ungkap Ipda Rian.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, posisi truk yang melintang di badan jalan serta tumpahan muatan kedelai menyebabkan penyempitan jalur dan memperlambat arus kendaraan dari kedua arah.
Kondisi tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah orang terlihat berkerumun untuk menyaksikan proses evakuasi serta memastikan kondisi pengemudi truk.
Guna mengurai kemacetan, petugas kepolisian memberlakukan sistem buka-tutup jalur dan melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Hingga siang hari, proses evakuasi truk dan muatan masih berlangsung agar akses Jembatan Kanggraksan dapat kembali normal.
Pihak kepolisian mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan angkutan barang, untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan sebelum beroperasi, demi menghindari kecelakaan serupa. (Kirno)










