JAKARTA, alexanews.id – Ratusan warga Desa Babakan Bogor, Dawuan Barat, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, mendatangi kantor pusat PT Pertamina (Persero) di Jakarta, Kamis (12/3/2026). Mereka didampingi oleh mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pangkal Perjuangan (AMPPERA) untuk menyampaikan tuntutan terkait pembebasan lahan dan penetapan zona penyangga (buffer zone) di sekitar Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Dawuan.
Massa aksi menilai hingga saat ini belum ada kepastian mengenai penyelesaian persoalan pembebasan lahan bagi warga yang tinggal di sekitar fasilitas penyimpanan bahan bakar tersebut.
Dalam orasinya, perwakilan massa menyampaikan bahwa warga telah lama menunggu realisasi janji terkait penetapan jarak aman antara kawasan permukiman dengan area operasional terminal BBM.
Menurut mereka, kondisi permukiman warga saat ini berada sangat dekat dengan tangki penyimpanan bahan bakar, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan potensi risiko keselamatan maupun dampak lingkungan.
Koordinator aksi dari AMPPERA menyampaikan bahwa kedatangan mereka ke kantor pusat PT Pertamina (Persero) bertujuan meminta kepastian terkait penyelesaian persoalan yang dinilai telah berlangsung selama bertahun-tahun.
“Kami datang untuk menuntut kejelasan terkait pembebasan lahan warga Babakan Bogor serta penetapan buffer zone di sekitar TBBM Dawuan. Warga berharap ada kepastian dan langkah konkret dari pihak perusahaan,” ujarnya dalam aksi tersebut.
Selain menyoroti persoalan pembebasan lahan, massa juga menyampaikan kekhawatiran terkait dampak lingkungan yang dirasakan warga yang tinggal di sekitar fasilitas penyimpanan bahan bakar tersebut.
Massa aksi menyatakan bahwa hingga saat ini warga masih menunggu respons resmi dari pihak perusahaan mengenai penyelesaian masalah tersebut.
Dalam aksi tersebut, massa juga mendesak manajemen Pertamina Patra Niaga sebagai subholding komersial dan perdagangan PT Pertamina (Persero) untuk membuka ruang dialog dengan masyarakat guna mencari solusi bersama.
Mereka berharap ada langkah konkret dari perusahaan terkait kepastian status lahan serta jaminan keselamatan bagi warga yang tinggal di sekitar area operasional TBBM Dawuan.
Hingga aksi berakhir, massa menyatakan akan terus mengawal persoalan ini sampai mendapatkan kejelasan dari pihak perusahaan terkait tuntutan warga. (King)









