KARAWANG, alexanews.id – Dinamika pergerakan mahasiswa Islam di Jawa Barat memasuki babak baru setelah sosok muda asal Karawang, Febry Ramadhan, resmi dipercaya memimpin Federasi Mahasiswa Islam (FMI) tingkat wilayah Provinsi Jawa Barat. Mantan Ketua Umum Pimpinan Cabang (PC) FMI Kabupaten Karawang itu kini menempati posisi strategis sebagai Ketua Umum Pimpinan Daerah (PD) FMI Jawa Barat untuk periode terbaru.

Penetapan tersebut berlangsung dalam forum musyawarah tertinggi organisasi yang digelar di Bandung dengan suasana penuh khidmat dan semangat konsolidasi kader. Dalam forum tersebut, Febry Ramadhan berhasil memperoleh mandat penuh dari seluruh delegasi pimpinan cabang kabupaten dan kota se-Jawa Barat.

Kepercayaan besar yang diberikan kepada Febry dinilai bukan tanpa alasan. Selama memimpin FMI Karawang, dirinya dikenal aktif mengawal isu-isu transparansi publik, keterbukaan informasi pemerintah daerah, hingga berbagai persoalan sosial yang menyentuh kepentingan masyarakat luas.

Rekam jejak itu menjadi modal penting yang kini mengantarkan dirinya naik ke level kepemimpinan wilayah. Banyak pihak menilai kepemimpinan Febry mampu menghadirkan warna baru dalam pola gerakan mahasiswa Islam di Jawa Barat yang lebih modern, terukur, dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Tak hanya dikenal sebagai aktivis organisasi, Febry Ramadhan juga memiliki latar belakang akademis dan profesional yang cukup kuat. Sebagai mahasiswa hukum, ia dinilai memiliki kemampuan dalam memahami regulasi serta melakukan advokasi kebijakan publik secara lebih sistematis.

Di sisi lain, aktivitasnya sebagai teknopreneur digital juga dianggap menjadi nilai tambah yang jarang dimiliki tokoh pergerakan mahasiswa saat ini. Kombinasi kemampuan hukum dan pemahaman teknologi itu diproyeksikan bakal menjadi fondasi penting dalam membawa FMI Jawa Barat menuju pola gerakan yang lebih adaptif di era digital.

Dalam struktur kepengurusan baru PD FMI Jawa Barat, Febry Ramadhan tidak bekerja sendiri. Ia akan didampingi sejumlah pengurus inti yang dipercaya mengawal roda organisasi selama masa kepemimpinannya.

Posisi Sekretaris Umum resmi diamanahkan kepada Asep Kanar Arafat, S.Ag., sedangkan jabatan Bendahara Umum dipercayakan kepada Restu Permana. Ketiganya berkomitmen memperkuat soliditas organisasi sekaligus mempercepat akselerasi program kerja di tingkat wilayah.

Usai penetapan resmi, Febry Ramadhan langsung menyampaikan arah baru organisasi yang akan dipimpinnya. Ia menegaskan bahwa FMI Jawa Barat tidak boleh hanya berjalan dengan pola gerakan konvensional, melainkan harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat modern.

Menurutnya, FMI ke depan harus tampil sebagai organisasi yang mampu menggabungkan ketajaman analisis hukum dengan strategi gerakan berbasis data dan digital.

“FMI Jawa Barat ke depan akan memosisikan diri sebagai generator kontrol sosial yang berbasis data, objektif, dan solutif. Kita membawa spirit advokasi taktis dari Karawang untuk diterapkan dalam skala yang lebih luas agar kebijakan publik benar-benar berpihak kepada masyarakat,” ujar Febry dalam pidato perdananya.

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons positif dari para kader dan pengurus cabang yang hadir dalam forum musyawarah. Banyak yang menilai gagasan tersebut relevan dengan tantangan organisasi mahasiswa di era digital saat ini.

Sementara itu, Sekretaris Umum PD FMI Jawa Barat, Asep Kanar Arafat, menegaskan bahwa penguatan administrasi organisasi dan sistem kaderisasi antardaerah akan menjadi fokus utama dalam waktu dekat.

Menurutnya, konsolidasi internal menjadi langkah penting agar FMI Jawa Barat memiliki arah gerakan yang terstruktur dan solid di seluruh wilayah.

“Kami ingin membangun sistem organisasi yang lebih tertata, profesional, dan mampu menciptakan kader-kader yang siap menghadapi tantangan zaman,” katanya.

Di sisi lain, Bendahara Umum Restu Permana menegaskan pihaknya akan mendorong tata kelola keuangan organisasi yang transparan dan akuntabel. Selain itu, FMI Jawa Barat juga berencana mengembangkan potensi ekonomi internal kader sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian organisasi.

Langkah tersebut dinilai penting agar organisasi tidak hanya kuat dalam gerakan sosial dan advokasi, tetapi juga memiliki fondasi ekonomi yang sehat untuk mendukung keberlangsungan program kerja jangka panjang.

Terpilihnya Febry Ramadhan sebagai Ketua Umum PD FMI Jawa Barat juga dinilai menjadi simbol regenerasi kepemimpinan muda di tubuh organisasi mahasiswa Islam. Sosoknya dianggap mewakili generasi baru aktivis yang tidak hanya kritis terhadap kebijakan publik, tetapi juga memahami pentingnya inovasi teknologi dalam membangun gerakan sosial.

Dengan tantangan sosial, ekonomi, dan politik yang semakin kompleks di Jawa Barat, kepemimpinan baru FMI kini diharapkan mampu menghadirkan gerakan mahasiswa yang lebih progresif, adaptif, serta tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

Ke depan, publik tentu menanti sejauh mana FMI Jawa Barat di bawah komando Febry Ramadhan mampu merealisasikan visi besar tersebut dan menghadirkan kontribusi nyata dalam mengawal kebijakan publik di tingkat daerah. (Ega Nugraha)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.