KARAWANG, alexanews.id – Permasalahan sampah yang masih ditemukan di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Rengasdengklok mendapat perhatian serius dari petugas kebersihan setempat. Warga kini diminta berperan aktif melaporkan apabila menemukan tumpukan sampah yang berserakan, tidak tertata, atau berpotensi mengganggu kebersihan lingkungan.

Mandor kebersihan yang dikenal masyarakat dengan sapaan Asep Wara Wiri menyatakan dirinya siap menerima setiap laporan terkait kondisi sampah di wilayah Rengasdengklok. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar penanganan sampah dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Ia menegaskan, setiap informasi dari warga akan segera ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan guna mencegah tumpukan sampah semakin banyak dan menimbulkan dampak yang lebih luas.

“Di mana pun wilayah Rengasdengklok apabila ada tumpukan sampah yang berantakan dan semrawut, silakan segera laporkan kepada saya. Kami akan berupaya secepat mungkin melakukan penanganan,” ujar Asep, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, sampah yang dibiarkan menumpuk tidak hanya merusak pemandangan dan mengurangi kenyamanan masyarakat, tetapi juga dapat memicu berbagai persoalan kesehatan. Tumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik berpotensi menimbulkan bau tidak sedap serta menjadi tempat berkembang biaknya lalat, tikus, dan berbagai jenis hama lainnya.

Kondisi tersebut tentu dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit di lingkungan sekitar. Karena itu, penanganan cepat terhadap sampah menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih nyaman.

Selain berdampak pada kesehatan, persoalan sampah juga kerap menjadi salah satu penyebab terganggunya sistem drainase. Sampah yang dibuang sembarangan ke saluran air dapat menyumbat aliran sehingga menghambat pembuangan air saat hujan turun.

Ketika curah hujan tinggi, saluran yang tersumbat berpotensi menyebabkan genangan bahkan banjir di kawasan permukiman maupun ruas jalan yang menjadi akses utama aktivitas warga. Situasi ini tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat merugikan warga secara ekonomi.

Karena itu, Asep mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengimbau warga agar membuang sampah pada tempat yang telah disediakan dan menghindari kebiasaan membuang sampah ke sungai, saluran irigasi, maupun pinggir jalan.

Menurutnya, kebersihan lingkungan bukan semata-mata tanggung jawab petugas kebersihan. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi semua.

“Menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Jika ada komunikasi yang baik antara warga dan petugas, persoalan sampah akan lebih mudah dan cepat diselesaikan,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat tidak ragu untuk memberikan informasi apabila menemukan lokasi yang membutuhkan penanganan segera. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula petugas dapat melakukan pembersihan dan mencegah masalah berkembang menjadi lebih besar.

Langkah membuka akses pengaduan langsung kepada petugas kebersihan ini mendapat apresiasi dari sejumlah warga. Mereka berharap adanya kolaborasi yang semakin kuat antara masyarakat dan petugas lapangan mampu mengurangi persoalan sampah yang selama ini masih menjadi keluhan di beberapa titik wilayah Rengasdengklok.

Masyarakat juga berharap gerakan bersama menjaga kebersihan dapat meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus mengurangi risiko banjir akibat saluran air yang tersumbat sampah. Dengan kerja sama yang baik, Rengasdengklok diharapkan dapat menjadi kawasan yang lebih bersih, tertata, sehat, dan nyaman untuk ditinggali. (Asbel)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.