KARAWANG, AlexaNews.ID – Pemerintah Desa Lemah Mulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, mendorong lebih dari 300 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan teknologi digital guna memperluas pemasaran dan meningkatkan pendapatan.
Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi UMKM Go Digital yang bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STTI Soni Sugema, Senin (12/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para pelaku UMKM mendapatkan edukasi mengenai pemasaran melalui media sosial, penggunaan QRIS untuk transaksi nontunai, serta pemanfaatan aplikasi digital dalam pengelolaan keuangan usaha.
Sekretaris Desa (Sekdes) Lemah Mulya, Cucum, mengatakan digitalisasi menjadi salah satu langkah penting agar produk lokal mampu bersaing dan menjangkau konsumen lebih luas.
“Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan edukasi kepada para pelaku UMKM Desa Lemah Mulya bersama mahasiswa KKN STTI Soni Sugema. Kami mengenalkan pemasaran digital, penggunaan QRIS, dan pemanfaatan media sosial agar produk UMKM semakin dikenal masyarakat,” ujar Cucum.
Menurutnya, pelaku UMKM tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk. Kemampuan memasarkan produk secara menarik melalui platform digital juga diperlukan agar usaha dapat berkembang.
Pelaku usaha bisa memanfaatkan foto produk yang menarik, membuat materi promosi yang kreatif, serta memasarkan produknya melalui media sosial.
Dengan cara tersebut, produk yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar berpeluang menjangkau konsumen di luar desa.
Cucum mengungkapkan, berdasarkan pendataan pemerintah desa, terdapat lebih dari 300 UMKM di Desa Lemah Mulya yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari kuliner, makanan olahan, konveksi, barang dan jasa, hingga produk rumahan.
Salah satu potensi yang menonjol adalah usaha kuliner dan makanan rumahan, seperti keripik, aneka kue tradisional, hingga kue modern yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui pemasaran digital.
Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan peningkatan kualitas produk, kemasan yang menarik, serta strategi promosi yang sesuai dengan perkembangan pasar.
“Melalui edukasi ini, kami berharap para pelaku UMKM bisa memahami cara pemasaran yang lebih efektif. Produk mereka harus dikemas dan dipromosikan dengan baik agar semakin dikenal dan penjualannya meningkat,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi benar-benar diterapkan oleh para pelaku usaha dalam kegiatan sehari-hari.
Menurut Cucum, pemanfaatan teknologi digital dapat membuka peluang baru bagi UMKM untuk membangun identitas produk, memperluas jaringan pelanggan, serta mempermudah transaksi melalui pembayaran nontunai.
“Harapannya, para pelaku UMKM bisa meningkatkan kualitas pemasarannya. Dengan digitalisasi, produk mereka dapat diperkenalkan lebih luas dan diketahui lebih banyak orang. Kami berharap peningkatan pemasaran ini dapat mendorong pendapatan pelaku UMKM dan membuat perekonomian masyarakat Desa Lemah Mulya semakin baik dan sejahtera,” tuturnya.
Melalui kolaborasi pemerintah desa dan mahasiswa KKN STTI Soni Sugema, program UMKM Go Digital diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat ekonomi lokal sekaligus mendorong pelaku usaha agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dengan dukungan edukasi dan penerapan pemasaran digital, produk unggulan Desa Lemah Mulya diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
(Yopie Iskandar)









