CIREBON, Alexanews.id – Kasus dugaan keracunan makanan di Kota Cirebon terus bertambah. Hingga Kamis siang, jumlah pasien yang tercatat mencapai 395 orang, dengan 218 pasien menjalani rawat inap dan 177 lainnya menjalani rawat jalan atau telah diizinkan pulang.
Lonjakan jumlah pasien ini membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon terus melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab munculnya gejala yang dialami para korban.
Perwakilan Dinkes Kota Cirebon, Siti Maria, mengatakan pihaknya telah berkonsultasi dengan spesialis mikrobiologi klinik untuk memperkirakan masa inkubasi, yakni rentang waktu antara konsumsi makanan hingga munculnya gejala.
Berdasarkan data sementara, anak-anak usia Taman Kanak-Kanak (TK) menjadi kelompok pasien terbanyak. Namun, kasus ini juga menyerang kelompok dewasa, dengan 64 pasien tercatat berusia di atas 19 tahun.
Salah satu kendala dalam penyelidikan adalah sebagian makanan diduga telah dibawa pulang warga. Kondisi tersebut menyulitkan petugas memastikan waktu konsumsi makanan yang diduga menjadi pemicu munculnya gejala.
Sementara itu, hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan sampel medis pasien masih ditunggu.
Sampel dari tubuh pasien juga masih menjalani proses pembiakan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya kuman atau bakteri penyebab.
Siti Maria menjelaskan, pemeriksaan sampel makanan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
“Pemeriksaan sampel makanan diperkirakan membutuhkan waktu paling cepat dua minggu,” ujarnya.
Di tengah bertambahnya jumlah pasien, Dinkes mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mengabaikan gejala yang muncul setelah mengonsumsi makanan.
Warga yang mengalami gejala serupa diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Hingga hasil laboratorium keluar, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan. Masyarakat diharapkan menunggu hasil pemeriksaan resmi agar informasi yang beredar tidak menimbulkan keresahan. (Red)










