KARAWANG — Jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Karawang periode 2026–2034, suhu politik desa mulai terasa. Sejumlah nama mulai bermunculan dan mendapat dorongan dari masyarakat untuk ikut bertarung dalam pesta demokrasi tingkat desa.
Salah satu nama yang kini mulai diperbincangkan adalah Mahpudin, pemuda asli Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, yang akrab disapa “Apud”.
Dorongan dari sejumlah masyarakat Desa Kertasari disebut menjadi salah satu alasan Apud mulai mempertimbangkan langkah untuk mengikuti kontestasi Pilkades Kertasari 2026.
Bagi sebagian warga, hadirnya sosok muda yang lahir dan besar di Kertasari menjadi warna tersendiri dalam bursa calon kepala desa. Apud dinilai cukup memahami kondisi sosial serta dinamika masyarakat di lingkungan desa setempat.
Menanggapi dukungan tersebut, Mahpudin mengaku bersyukur sekaligus terharu. Ia menyebut kepercayaan masyarakat bukan sekadar dukungan politik, tetapi juga amanah yang harus dihargai.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Kertasari yang telah memberikan dukungan dan dorongan kepada saya. Bagi saya, dukungan masyarakat ini merupakan sebuah kepercayaan dan amanah yang harus saya hargai,” ungkap Mahpudin.
Menurut Apud, maju dalam Pilkades bukan semata-mata soal mengejar jabatan kepala desa. Jika nantinya mendapat kepercayaan masyarakat, seorang pemimpin harus mampu menjalankan amanah dan memperjuangkan kepentingan seluruh warga tanpa membeda-bedakan.
“Bukan sekadar ingin menjadi kepala desa. Kalau masyarakat memberikan kepercayaan, tentu ada tanggung jawab besar yang harus dijalankan,” ujarnya.
Dorongan terhadap Apud juga tak lepas dari harapan sebagian masyarakat yang menginginkan adanya energi dan semangat baru dalam pemerintahan Desa Kertasari.
Sebagai pemuda asli desa, Apud dianggap memiliki kedekatan dengan masyarakat sekaligus memahami berbagai persoalan yang berkembang di wilayah tersebut.
Meski begitu, Apud menyadari bahwa perjalanan menuju Pilkades masih panjang. Ada sejumlah tahapan dan ketentuan yang harus dilalui sesuai aturan yang berlaku.
Karena itu, dirinya memilih untuk menghormati seluruh proses demokrasi dan terus membangun komunikasi serta silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat.
Jika nantinya resmi mengikuti kontestasi, masyarakat tentu akan menunggu gagasan dan program yang bakal ditawarkan Apud untuk Kertasari.
Mulai dari pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, pengembangan potensi pemuda, hingga pemerintahan desa yang transparan dan terbuka, menjadi sejumlah isu yang bakal menjadi perhatian warga.
Apud menegaskan, dukungan yang datang tidak ingin dipandang hanya sebagai modal untuk maju dalam Pilkades.
Baginya, dukungan tersebut merupakan bentuk kepercayaan masyarakat yang harus dijaga, apa pun hasil dari proses demokrasi nantinya.
Ia juga berharap Pilkades Kertasari dapat berjalan aman, tertib, damai dan kondusif.
“Perbedaan pilihan itu hal biasa dalam demokrasi. Siapa pun yang nantinya mendapat kepercayaan masyarakat, harus bisa merangkul semua pihak dan bersama-sama membangun Desa Kertasari,” kata Apud.
Kini, nama Mahpudin alias Apud mulai masuk dalam radar bursa calon Pilkades Kertasari 2026. Tinggal menunggu bagaimana langkah selanjutnya dan seperti apa gagasan yang akan dibawanya jika benar-benar maju dalam kontestasi tersebut.
Pilkades bukan sekadar soal siapa yang menang, tetapi siapa yang siap mengemban amanah dan membawa desa bergerak lebih maju. (Asbel)










