KARAWANG, alexanews.id – Dinamika demokrasi di tingkat lingkungan kembali bergerak di Kelurahan Plawad, Karawang. Warga RW 02 menunjukkan semangat partisipasi yang kuat dengan menggelar musyawarah pembentukan Panitia 11 sebagai langkah awal menuju pemilihan Ketua RW baru yang demokratis, terbuka, dan menjunjung tinggi kebersamaan.

Musyawarah warga yang digelar pada Senin (4/5/2026) itu berlangsung penuh semangat dan kekeluargaan. Sejumlah unsur masyarakat hadir dalam forum tersebut, mulai dari Ketua LPM, Ketua Koperasi, perwakilan staf kelurahan, para Ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh tani, tokoh pemuda, hingga perwakilan warga dari lima RT yang berada di bawah naungan RW 02.

Forum ini menjadi bukti bahwa demokrasi di tingkat akar rumput masih hidup dan tumbuh dengan sehat. Warga tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga terlibat aktif dalam menentukan arah kepemimpinan lingkungan yang dinilai lebih aspiratif, partisipatif, dan terbuka terhadap kebutuhan masyarakat.

Musyawarah dipimpin langsung oleh Ketua LPM Plawad, Hendra Wijaya, yang hadir mewakili Lurah Plawad. Lurah diketahui berhalangan hadir karena kondisi kesehatan yang belum memungkinkan untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam forum yang berlangsung dinamis, para peserta musyawarah akhirnya mencapai satu kesepakatan penting, yakni pembentukan Panitia 11. Tim ini nantinya akan menjadi motor utama dalam menyusun, mengatur, sekaligus mengawal jalannya proses pemilihan Ketua RW 02 yang baru.

Panitia 11 dibentuk dari representasi lima RT yang ada di wilayah RW 02. Masing-masing RT mengirimkan dua orang perwakilan untuk bergabung dalam tim tersebut. Komposisi ini disusun sebagai bentuk pemerataan representasi warga agar seluruh aspirasi dari setiap lingkungan RT dapat terakomodasi secara adil dan proporsional.

Ketua LPM Plawad, Hendra Wijaya, menjelaskan bahwa pembentukan Panitia 11 bukan sekadar formalitas administratif, melainkan langkah strategis agar proses pemilihan Ketua RW berjalan tertib, demokratis, dan terhindar dari potensi konflik sosial di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah musyawarah berjalan dinamis dan mengerucut pada pembentukan Tim 11. Nantinya tim ini akan menggodok mekanisme pemilihan, apakah melalui musyawarah mufakat atau melalui pemilihan langsung,” ujar Hendra.

Menurut Hendra, semua opsi mekanisme akan dibuka secara transparan. Panitia 11 nantinya diberi ruang untuk mengkaji model pemilihan yang paling tepat, apakah melalui aklamasi dengan musyawarah mufakat atau melalui pemungutan suara secara langsung jika dibutuhkan.

Ia menegaskan bahwa pendekatan tersebut dilakukan untuk mengakomodasi seluruh aspirasi warga agar proses pemilihan tidak menimbulkan gesekan yang dapat mengganggu keharmonisan lingkungan.

Hendra juga mengungkapkan bahwa tahapan pemilihan akan segera dimulai dalam waktu dekat. Dalam agenda minggon mendatang, Panitia 11 dijadwalkan akan dilantik secara resmi sebelum mulai menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Setelah pelantikan, panitia akan langsung bekerja menyusun tahapan teknis pemilihan. Targetnya, proses pemilihan Ketua RW baru dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua minggu.

“Minggu pertama fokus pada pendaftaran calon. Minggu kedua masuk ke tahapan pemilihan. Jadi kita targetkan proses ini berjalan cepat, tertib, dan tetap kondusif,” jelasnya.

Tahapan ini dinilai cukup ideal karena memberi ruang bagi warga yang ingin mencalonkan diri sekaligus memberikan waktu kepada masyarakat untuk mengenal calon pemimpin yang akan memimpin wilayah mereka ke depan.

Lebih jauh, Hendra menekankan bahwa Panitia 11 harus mampu menjalankan fungsi strategisnya sebagai penjaga netralitas dan pengawal demokrasi warga. Menurutnya, panitia tidak boleh berpihak kepada calon tertentu dan wajib menjaga kepercayaan publik selama proses berlangsung.

“Panitia harus bersikap seperti wasit, netral, jujur, dan transparan. Ini penting agar siapa pun yang terpilih nanti benar-benar menjadi pilihan bersama,” tegasnya.

Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari warga yang hadir. Banyak warga menilai pembentukan Panitia 11 menjadi langkah penting agar proses demokrasi di tingkat lingkungan tidak hanya berjalan formal, tetapi juga memiliki legitimasi kuat di mata masyarakat.

Selain itu, warga juga berharap pemilihan Ketua RW nanti tidak hanya menghasilkan pemimpin baru, tetapi juga menghadirkan sosok yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat, cepat merespons kebutuhan warga, dan membawa wilayah RW 02 menjadi lebih maju.

Dalam forum tersebut, Hendra juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana tetap kondusif selama tahapan pemilihan berlangsung. Ia mengajak seluruh warga untuk tetap mengedepankan semangat persaudaraan dan menjaga silaturahmi, terlepas dari perbedaan pilihan dalam proses demokrasi nanti.

“Yang terpenting adalah menjaga ketertiban, keharmonisan, serta silaturahmi antarwarga. Demokrasi ini bukan untuk memecah, tapi untuk memperkuat persatuan,” ujarnya.

Pesan itu menjadi penegas bahwa demokrasi di tingkat lingkungan bukan sekadar soal memilih pemimpin, tetapi juga tentang bagaimana warga menjaga kebersamaan dan memperkuat solidaritas sosial di tengah dinamika yang ada.

Langkah yang dilakukan warga RW 02 Plawad ini menjadi gambaran nyata bahwa budaya musyawarah masih menjadi fondasi kuat dalam kehidupan masyarakat. Di tengah tantangan sosial yang terus berkembang, warga tetap memilih jalur dialog, partisipasi, dan mufakat sebagai jalan utama menyelesaikan persoalan bersama.

Pembentukan Panitia 11 pun kini menjadi titik awal harapan baru bagi warga RW 02. Harapan agar lahir pemimpin baru yang mampu membawa perubahan, memperkuat solidaritas warga, serta menjadikan lingkungan lebih maju, solid, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dengan semangat demokrasi yang tumbuh dari bawah, RW 02 Plawad sedang menunjukkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari ruang-ruang musyawarah kecil yang dijaga dengan niat baik, kebersamaan, dan semangat membangun lingkungan bersama. (Yopie Iskandar)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.