PURWAKARTA, alexanews.id – Suasana duka menyelimuti Kampung Karang Mekar, Desa Cikopo, Kabupaten Purwakarta, setelah seorang warga dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di danau buatan milik PT Asri Pelangi Nusa (APN), Sabtu (2/5/2026).
Korban diketahui bernama Bagus Mulya Iskandar (28), warga setempat yang sebelumnya berpamitan kepada keluarga untuk memancing di kawasan danau buatan tersebut pada pagi hari.
Namun nahas, aktivitas yang awalnya hanya untuk menyalurkan hobi itu justru berujung petaka. Bagus ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah sempat dilaporkan hilang selama beberapa jam.
Peristiwa tragis ini bermula saat korban diantar istrinya, Lia Amalia, ke lokasi danau buatan PT APN sekitar pukul 05.30 WIB. Pagi itu, seperti biasa, korban disebut hendak memancing di area yang kerap didatangi warga sekitar.
Tak ada firasat mencurigakan saat Lia meninggalkan suaminya di lokasi. Korban pun diketahui turun seorang diri sambil membawa perlengkapan memancing.
Namun kegelisahan mulai muncul beberapa jam kemudian.
Sekitar pukul 09.00 WIB, Lia kembali ke lokasi untuk melihat kondisi suaminya. Saat tiba di titik awal tempat korban memancing, ia justru tidak menemukan Bagus.
Di lokasi hanya terlihat perlengkapan memancing milik korban yang masih tertinggal. Sementara sepasang sandal jepit milik korban ditemukan mengapung di permukaan danau.
Temuan itu sontak membuat panik keluarga. Istri korban kemudian berupaya mencari keberadaan suaminya, termasuk mendatangi rumah orang tua korban, namun hasilnya nihil.
Kekhawatiran keluarga semakin besar setelah Bagus tak kunjung ditemukan.
Pencarian pun mulai dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB oleh pihak keluarga bersama petugas keamanan (security) PT APN. Mereka menyisir area sekitar danau, terutama di bagian bawah jembatan yang berada tak jauh dari lokasi korban terakhir terlihat.
Dalam proses pencarian awal, tim hanya menemukan alat pancing korban yang masih tertinggal di sekitar lokasi.
Menyadari adanya dugaan korban jatuh ke dalam danau, pihak perusahaan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bungursari dan Babinsa Desa Cikopo.
Laporan itu langsung ditindaklanjuti. Aparat gabungan dari Polsek Bungursari, Babinsa Desa Cikopo, Satreskrim Polres Purwakarta, hingga Tim SAR Kabupaten Purwakarta turun ke lokasi untuk melakukan pencarian lanjutan.
Tim gabungan kemudian melakukan penyisiran intensif di area danau buatan yang memiliki kedalaman cukup berisiko tersebut.
Setelah hampir satu jam pencarian di titik yang dicurigai, korban akhirnya ditemukan pada pukul 15.48 WIB.
Sayangnya, saat ditemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah Bagus kemudian dievakuasi dari lokasi dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Kampung Karang Mekar, Desa Cikopo.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, korban diduga terpeleset saat sedang memancing di tepi danau.
Dugaan sementara, kondisi bibir danau yang licin serta kemiringan di beberapa titik membuat korban kehilangan pijakan hingga terjatuh ke air.
Selain itu, kedalaman danau yang cukup dalam diduga membuat korban kesulitan menyelamatkan diri.
Korban juga diduga tidak memiliki kemampuan berenang, sehingga tidak mampu bertahan saat terjatuh ke dalam air.
Kondisi inilah yang diduga menjadi penyebab utama korban tenggelam hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia.
Setelah dilakukan pemeriksaan luar, pihak kepolisian menyerahkan jenazah kepada keluarga.
Atas permintaan pihak keluarga, jenazah korban tidak menjalani proses autopsi dan langsung dibawa pulang untuk disemayamkan.
Warga diimbau lebih berhati-hati, terutama saat memancing di area yang memiliki kontur licin, curam, dan minim pengaman.
Selain faktor cuaca dan kondisi medan, kemampuan berenang juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko kecelakaan air. (Ega Nugraha)










