KARAWANG, Alaexanews.id — Proyek rehabilitasi ruang kelas SMPN 2 Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan. Proyek yang dikerjakan CV Kairos Sukses Abadi dengan anggaran APBD sebesar Rp300.361.000 itu diduga bermasalah dalam penggunaan material.
Sorotan muncul setelah baja ringan yang sudah dipasang dan dinaikkan kembali diturunkan karena disebut tidak sesuai spesifikasi.
Mandor lapangan bernama Udin menjelaskan bahwa kejadian tersebut disebabkan kesalahan pengiriman dari toko material.
“Itu toko material salah ngirim baja ringan, jadi diturunkan kembali,” jelas Udin.
Namun, alasan tersebut menimbulkan pertanyaan. Jika material yang dikirim tidak sesuai spesifikasi, mengapa pemeriksaan tidak dilakukan sejak awal sebelum material dipasang?
Sejumlah wali murid turut mempertanyakan kualitas pekerjaan tersebut. Mereka khawatir persoalan serupa juga terjadi pada material lain yang sudah terpasang.
Dugaan ketidaksesuaian material ini perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan teknis. Pengawas proyek dan dinas terkait harus memastikan seluruh bahan bangunan sesuai dengan spesifikasi dalam kontrak.
Jika ditemukan ketidaksesuaian, pihak pelaksana wajib melakukan perbaikan sesuai ketentuan.
Proyek yang menggunakan uang rakyat tidak boleh dikerjakan asal-asalan. Kualitas bangunan sekolah harus menjadi prioritas agar hasil rehabilitasi dapat digunakan dengan aman dan bertahan dalam jangka panjang.
Pihak CV Kairos Sukses Abadi dan dinas terkait diharapkan memberikan penjelasan terbuka mengenai persoalan tersebut, termasuk memastikan kualitas seluruh material yang digunakan.
Jangan sampai proyek yang dibiayai APBD justru menyisakan persoalan kualitas. Anggaran publik harus dipertanggungjawabkan, dan hasil pekerjaan harus sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. (Lan)










