PURWAKARTA, Alexanews.id – Musyawarah Provinsi (Musprov) XVIII Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Barat kembali digelar di Prime Plaza Hotel, Kabupaten Purwakarta, Rabu (28/10/2026), setelah pelaksanaan sebelumnya dibatalkan oleh Pengurus Pusat (PP) PMI.

Musprov kali ini menjadi agenda penting untuk menentukan Ketua PMI Jawa Barat periode 2026–2031 sekaligus menata kembali konsolidasi organisasi.

Pembatalan Musprov sebelumnya yang berlangsung pada 22 Oktober 2026 bukan tanpa alasan.

Pelaksanaannya dinilai tidak sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PMI karena hanya dihadiri delapan dari total 27 PMI kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Kondisi tersebut membuat PP PMI mengambil langkah tegas dengan membatalkan pelaksanaan sebelumnya dan menunjuk Sudirman Said, Ketua Bidang Organisasi PP PMI, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PMI Jawa Barat.

Sudirman Said diberi mandat untuk menata organisasi sesuai aturan dan menyelenggarakan Musprov ulang secara transparan serta sah secara organisasi.

Musprov XVIII yang kembali digelar di Purwakarta ini dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, jajaran PP PMI, pengurus PMI Jawa Barat, serta perwakilan PMI kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Dalam bursa pemilihan ketua, nama Ibnu Arie Wibowo Kusumo, S.H., mencuat dengan klaim dukungan mayoritas dari pengurus PMI kabupaten/kota.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari dinamika pemilihan pimpinan PMI Jawa Barat untuk lima tahun mendatang. Namun, keputusan akhir tetap ditentukan melalui mekanisme pemilihan dalam Musprov.

Pelaksanaan Musprov ulang ini sekaligus menjadi ujian bagi PMI Jawa Barat untuk membuktikan bahwa proses pergantian kepemimpinan berjalan sesuai aturan, mengedepankan transparansi, serta mendapat legitimasi dari unsur organisasi yang berhak mengikuti musyawarah.

Kini, perhatian tertuju pada hasil Musprov dan sosok yang akan memimpin PMI Jawa Barat hingga 2031.

Publik menantikan proses yang tidak sekadar menghasilkan ketua baru, tetapi juga mampu menjaga soliditas organisasi dan memastikan PMI tetap fokus pada misi kemanusiaan. (Red)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.