CIREBON, AlexaNews ID – Pemerintah Desa Pilangsari, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, angkat bicara menanggapi isu miring terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang disebut-sebut tidak tepat sasaran. Pemdes menegaskan bahwa seluruh proses distribusi bantuan telah dijalankan sesuai aturan dan mekanisme resmi.

Sekretaris Desa Pilangsari, Abdul Kudus, menekankan bahwa penetapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dilakukan secara terbuka dan tidak bersifat sepihak. Data penerima sebelumnya telah melalui proses verifikasi ketat dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang melibatkan unsur pemerintah desa, lembaga desa, hingga tokoh masyarakat.

Menurutnya, transparansi menjadi prinsip utama agar bantuan benar-benar diterima warga yang berhak. Bahkan, penyaluran BLT dilakukan secara door to door untuk memastikan dana bantuan sampai langsung kepada penerima tanpa perantara.

“Seluruh tahapan sudah kami jalankan sesuai prosedur dan regulasi yang berlaku. Penyaluran dilakukan langsung ke rumah warga agar tepat sasaran,” kata Abdul Kudus, Senin (12/1/2026).

Untuk tahun anggaran 2025, Pemerintah Desa Pilangsari mengalokasikan Rp72 juta dana BLT yang diberikan kepada 20 KPM. Setiap penerima memperoleh Rp900 ribu untuk periode tiga bulan.

Adapun sasaran utama penerima BLT meliputi lanjut usia, warga miskin ekstrem, serta penyandang disabilitas, dengan ketentuan belum pernah menerima bantuan sosial lain seperti PKH atau BPNT guna mencegah tumpang tindih data.

Selain itu, Pemdes Pilangsari juga bekerja sama dengan Puskesos untuk melakukan pengecekan ulang data penerima. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian agar tidak terjadi duplikasi maupun kesalahan penyaluran bantuan di lapangan.

Terkait tudingan yang menyebut penyaluran BLT cacat hukum, Abdul Kudus menyayangkan adanya informasi yang dinilai tidak berdasar tersebut. Ia menilai isu semacam itu justru berpotensi memicu kegaduhan dan kecemburuan sosial di tengah masyarakat.

“Kami bekerja berlandaskan aturan, bukan kepentingan pribadi. Isu yang disebarkan oknum tersebut tidak benar dan menyesatkan. Kami berharap masyarakat lebih bijak dan tidak mudah terprovokasi,” tegasnya. [Kirno]

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.