SUMEDANG, AlexaNews.ID – Aksi sosial mewarnai awal Ramadan 2026 di Dusun Cilencar, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Yayasan Badega Garuda Sakti (YBGS) menyalurkan bantuan kaki palsu dan paket sembako kepada warga kurang mampu, Senin (2/3/2026).

Program bertajuk “Ramadan Berbagi: Bulan Penuh Berkah, Bahagiakan Sesama” itu menyasar penyandang disabilitas serta masyarakat yang membutuhkan dukungan langsung. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dan dihadiri perangkat desa serta sejumlah mitra.

Ketua YBGS, Murfito Adi, mengatakan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial. Ia menegaskan, kehadiran yayasan harus memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Ramadan bukan hanya soal ibadah pribadi, tapi juga tentang berbagi dan memperkuat solidaritas. Kami ingin bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Menurut Murfito, YBGS merupakan pengembangan dari gerakan relawan yang pernah diinisiasi oleh Dedi Mulyadi. Semangat kerelawanan tersebut kini diwujudkan dalam bentuk lembaga yang menjalankan program sosial secara berkelanjutan.

“Semangat yang dulu dibangun kini kami lanjutkan dalam bentuk yayasan agar programnya lebih terstruktur dan konsisten,” katanya.

Momen paling mengharukan terjadi saat dua penerima manfaat, Ikah dan Dani, menerima kaki palsu yang akan membantu aktivitas sehari-hari mereka. Tangis haru keluarga pecah ketika bantuan diserahkan. Bagi mereka, alat bantu tersebut bukan sekadar sarana mobilitas, melainkan simbol harapan untuk kembali percaya diri.

Pembina YBGS, H. Irwan, menekankan pentingnya kesinambungan program sosial. Ia berharap bantuan yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.

“Yang paling penting adalah dampaknya. Bantuan ini harus benar-benar membantu mereka bangkit dan lebih mandiri,” ujarnya.

Apresiasi datang dari Kepala Desa Cigendel, H. Mulyana. Ia menilai bantuan tersebut sangat berarti bagi warganya, terutama penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian khusus.

Sementara itu, Sekretaris DPC Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Sumedang, Wihartini, menyebut kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci agar penyandang disabilitas mendapat akses bantuan yang lebih luas.

“Bukan hanya alat bantu, mereka juga butuh pendampingan berkelanjutan,” katanya. (King)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.