KARAWANG, alexanews.id – Warga Dusun Pajaten, Desa Pajaten, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, digegerkan dengan kematian seorang balita berusia 1,5 tahun yang diduga tidak wajar. Korban ditemukan dalam kondisi tubuh penuh luka dan memar.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa, 14 April 2026. Namun, laporan baru disampaikan oleh pihak keluarga ke pemerintah desa pada Rabu siang, setelah proses pemakaman selesai dilakukan.
Kepala Desa Pajaten, Hj. Nurhenni, menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut. Ia bersama jajaran pemerintah desa dan tim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kecamatan Cibuaya langsung mendatangi rumah duka untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban.
“Kami, secara pribadi dan atas nama Pemerintah Desa Pajaten, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran,” ujar Nurhenni, Kamis (16/4/2026).
Ia juga berharap kasus ini dapat diusut secara tuntas dan adil sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, mengingat kondisi korban yang memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Camat Cibuaya, Ahmad Mustopa, menjelaskan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari ibu korban, Siti Mariam. Saat itu, laporan disampaikan bertepatan dengan kegiatan minggon desa yang tengah berlangsung.
“Kami segera melakukan pendampingan melalui Satgas PPA dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Kapolsek bersama jajaran langsung turun ke lokasi untuk mengumpulkan informasi awal,” kata Mustopa.
Pihak kecamatan juga memberikan arahan kepada keluarga korban untuk segera membuat laporan resmi disertai bukti-bukti pendukung guna mempercepat proses penyelidikan.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Cibuaya, Aipda Mahriful Hidayat, SH, membenarkan adanya laporan tersebut. Berdasarkan keterangan awal, kejadian berlangsung di wilayah Dusun Pajaten, Desa Pajaten.
“Kasus ini telah kami limpahkan ke Unit PPA Polres Karawang untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian balita tersebut. Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan anak dan dugaan adanya unsur kekerasan. (Ahmad Saleh)









