SERGAI, alexanews.id – Struktur kepengurusan baru Banteng Muda Indonesia (BMI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) resmi terbentuk untuk masa bakti 2025–2030. Organisasi sayap kepemudaan PDI Perjuangan itu kini dinakhodai Abdul Hamid, tokoh muda asal Pantai Cermin Kanan, Kecamatan Pantai Cermin.
Penyerahan surat keputusan (SK) kepengurusan dilakukan langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Serdang Bedagai H Darma Wijaya melalui Wakil Ketua Bidang Pemuda, Pariwisata dan Olahraga Dedy Sahputra, S.Kom, didampingi Wakil Sekretaris Internal P Sihombing.
Prosesi penyerahan mandat tersebut berlangsung di Kantor Sekretariat DPC PDI Perjuangan Sergai, Sei Rampah, Senin (27/4/2026), menandai dimulainya kepengurusan baru BMI Sergai untuk lima tahun ke depan.
Dalam struktur kepengurusan yang baru ditetapkan, Abdul Hamid dipercaya menjabat sebagai Ketua. Sementara posisi Sekretaris diisi Deni Irawan dan Bendahara dipercayakan kepada Hambali.
Pembentukan struktur baru ini menjadi langkah strategis PDI Perjuangan dalam memperkuat basis kader muda di Kabupaten Serdang Bedagai, khususnya dalam membangun regenerasi politik dan memperluas partisipasi generasi muda di ruang publik.
Dedy Sahputra menegaskan, mandat yang diberikan kepada jajaran pengurus BMI Sergai bukan sekadar formalitas organisasi. Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Ia menekankan bahwa BMI merupakan salah satu elemen penting dalam struktur perjuangan partai, terutama dalam membina, mengorganisasi, dan menggerakkan kalangan muda agar lebih aktif dalam kehidupan sosial dan politik.
“Pengurus BMI yang baru harus mampu menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing, serta menjaga marwah dan kredibilitas organisasi yang telah dipercaya oleh partai,” tegas Dedy.
Menurutnya, keberadaan BMI di Kabupaten Serdang Bedagai harus mampu menjadi motor penggerak lahirnya generasi muda yang aktif, progresif, dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah.
Dedy juga menyoroti pentingnya peran anak muda dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Ia menyebut generasi muda tidak bisa lagi hanya menjadi penonton dalam dinamika pembangunan.
“Anak muda harus hadir memberikan kontribusi nyata dan dedikasi tinggi untuk kemajuan daerah,” ujarnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa peran BMI ke depan bukan hanya sebagai organisasi sayap partai, tetapi juga sebagai ruang kaderisasi pemuda yang mampu menjawab tantangan sosial, politik, dan pembangunan.
Sementara itu, Ketua BMI Sergai terpilih Abdul Hamid menyatakan kesiapannya mengemban amanah yang telah diberikan partai. Ia menegaskan komitmennya untuk menjadikan BMI sebagai wadah pembinaan generasi muda yang cerdas, tangguh, dan berwawasan kebangsaan.
Abdul Hamid menilai, organisasi kepemudaan harus mampu melahirkan kader yang tidak hanya aktif secara politik, tetapi juga memiliki karakter nasionalis, daya pikir maju, dan kepedulian sosial yang tinggi.
“Kami siap menjalankan instruksi partai dan membangun kekuatan pemuda yang berkarakter nasionalis. Ini menjadi bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Abdul Hamid.
Menurutnya, BMI Sergai ke depan akan fokus memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat bawah. Konsolidasi organisasi dinilai menjadi langkah penting agar BMI benar-benar hadir dan dirasakan di tengah masyarakat.
Selain memperkuat struktur, BMI Sergai juga akan mendorong peningkatan partisipasi pemuda dalam dinamika politik yang sehat, terbuka, dan konstruktif.
Abdul Hamid menegaskan, generasi muda harus memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, gagasan, serta kritik yang membangun demi kemajuan daerah.
Karena itu, BMI diharapkan dapat menjadi jembatan aspirasi bagi kalangan muda agar suara mereka dapat tersalurkan secara efektif dalam kebijakan publik.
Di sisi lain, Sekretaris DPC BMI Sergai Deni Irawan menegaskan pentingnya konsolidasi internal sebagai fondasi utama organisasi.
Menurutnya, organisasi yang kuat tidak hanya ditentukan oleh figur pemimpin, tetapi juga oleh soliditas tim dan kemampuan menjalankan program secara terstruktur.
“Kami akan memastikan roda organisasi berjalan dengan baik, mulai dari administrasi hingga pelaksanaan program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan pemuda,” kata Deni.
Ia menyebut, penguatan administrasi, komunikasi internal, dan pelaksanaan program yang terukur akan menjadi fokus utama dalam membangun BMI Sergai sebagai organisasi yang aktif dan berkelanjutan.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, BMI Sergai diharapkan mampu menjadi wadah strategis dalam mencetak kader-kader muda yang tidak hanya aktif dalam politik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat kebangsaan.
Kehadiran BMI juga dinilai penting dalam memperkuat basis pemilih muda, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai nasionalisme di tengah perubahan zaman yang semakin dinamis.
Langkah awal kepengurusan baru BMI Sergai ini pun menjadi sinyal bahwa konsolidasi politik anak muda di Serdang Bedagai mulai diarahkan lebih serius, terstruktur, dan berorientasi jangka panjang menuju regenerasi kepemimpinan yang matang. (Sutrisno)










