KARAWANG, alexanews.id – Suasana politik menjelang pemilihan kepala desa serentak yang akan digelar pada November 2026 mulai terasa hangat di Desa Kertarahayu, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang.
Setelah sebelumnya nama Asep Ahong mulai santer disebut-sebut bakal ikut meramaikan kontestasi pemilihan kepala desa, kini muncul sosok baru dari kalangan pemuda yang siap ikut bertarung memperebutkan kursi orang nomor satu di Desa Kertarahayu.
Sosok tersebut adalah Madun, pemuda berusia 31 tahun yang merupakan warga asli Desa Kertarahayu. Dikenal sebagai seorang jurnalis, Madun kini menyatakan siap turun gunung untuk maju sebagai bakal calon kepala desa dalam Pilkades Kertarahayu mendatang.
Kemunculan Madun sontak menjadi perhatian warga. Selain usianya yang masih muda, latar belakangnya sebagai jurnalis dinilai memberi warna baru dalam dinamika politik desa yang mulai bergerak menjelang pesta demokrasi tingkat desa tersebut.
Madun mengaku terpanggil untuk maju karena melihat potensi besar yang dimiliki Desa Kertarahayu, namun menurutnya belum sepenuhnya dikelola secara maksimal.
“Saya melihat bahwa Desa Kertarahayu memiliki potensi besar, baik dari sumber daya manusia, pertanian, maupun usaha masyarakat. Namun potensi itu masih perlu pengelolaan yang lebih baik, transparan, dan berorientasi pada kemajuan bersama,” ujar Madun saat dikonfirmasi, Rabu 29 April 2026.
Ia menegaskan keputusannya maju bukan sekadar untuk meramaikan kontestasi, melainkan membawa gagasan perubahan yang menurutnya dibutuhkan masyarakat desa saat ini.
“Saya ingin hadir sebagai pemimpin yang jujur, terbuka, dan bekerja nyata, bukan sekadar janji,” tegasnya.
Dengan bekal pengalaman, semangat muda, serta komitmen yang dimilikinya, Madun mengaku siap membawa arah baru bagi pembangunan Desa Kertarahayu jika mendapat kepercayaan dari masyarakat.
Menurutnya, ada sejumlah fokus utama yang akan menjadi prioritas apabila kelak dipercaya memimpin desa.
Di antaranya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata, membuka peluang ekonomi baru bagi warga, memperjuangkan hak-hak masyarakat kecil, hingga membangun desa yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.
Madun menilai pembangunan desa ke depan tidak cukup hanya bertumpu pada program administratif semata, tetapi juga membutuhkan keberanian membuka ruang ekonomi baru yang mampu menggerakkan masyarakat dari bawah.
Ia menyoroti pentingnya penguatan sektor pertanian, pemberdayaan pelaku usaha kecil, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama pembangunan desa.
Menurut Madun, Desa Kertarahayu memiliki peluang besar untuk tumbuh menjadi desa yang lebih kuat secara ekonomi jika dikelola dengan arah kebijakan yang tepat dan melibatkan masyarakat secara aktif.
“Dengan pengalaman, semangat, dan komitmen yang saya miliki, saya ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata, membuka peluang ekonomi baru, memperjuangkan hak-hak masyarakat kecil, serta membangun desa yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing,” paparnya.
Madun juga menekankan bahwa perubahan di tingkat desa tidak bisa diwujudkan hanya oleh satu figur semata. Ia meyakini pembangunan desa harus lahir dari kebersamaan antara pemimpin dan masyarakat.
“Saya percaya, perubahan tidak datang dari satu orang, tetapi dari kebersamaan antara pemimpin dan masyarakat. Karena itu, saya ingin menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton,” tutur Madun.
Pernyataan tersebut dinilai menjadi penegas arah politik Madun yang mencoba tampil dengan pendekatan kolaboratif dan mengedepankan partisipasi warga dalam pembangunan desa.
Di tengah mulai menghangatnya suhu politik Pilkades Kertarahayu, kemunculan Madun menjadi sinyal bahwa kontestasi pemilihan kepala desa kali ini diprediksi akan berlangsung lebih dinamis.
Apalagi, sebelumnya nama Asep Ahong sudah lebih dulu disebut-sebut mulai memberi sinyal akan maju dalam pemilihan kepala desa. Kini, dengan hadirnya Madun, peta persaingan politik di Desa Kertarahayu mulai terbentuk.
Warga pun diperkirakan akan menanti gagasan, visi, dan langkah nyata dari para bakal calon yang siap bertarung pada Pilkades November mendatang.
Dengan kemunculan tokoh muda seperti Madun, kontestasi Pilkades Kertarahayu tak hanya soal perebutan kursi kepala desa, tetapi juga menjadi panggung pertarungan gagasan tentang masa depan desa.
Apakah kehadiran Madun akan menjadi angin segar bagi perubahan di Desa Kertarahayu, atau justru memanaskan persaingan politik menjelang Pilkades November? Warga Kertarahayu kini menanti jawabannya. (Ahmad Saleh)










