TUBABA, alexanews.id – Aksi perusakan fasilitas umum kembali terjadi di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung. Kali ini, saluran irigasi tersier yang di wilayah Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU) ditemukan rusak parah diduga akibat aksi vandalisme dan pencurian material oleh oknum tak bertanggung jawab.
Kerusakan itu ditemukan di dua wilayah pertanian, yakni Tiyuh Marga Kencana dan Tiyuh Kagungan Ratu Agung, Kecamatan Tulang Bawang Udik.
Laporan warga yang masuk langsung direspons aparat. Pada Rabu siang, 29 April 2026, jajaran Babinsa Koramil 412-05/TBU bersama Tim Unit Intel Kodim 0412/LU, Tim Reskrim Polres Tubaba, serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP).
Hasil pengecekan awal menunjukkan kerusakan cukup serius. Titik kerusakan terparah berada di wilayah RK 04 RT 16 Tiyuh Marga Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung. Lokasi ini merupakan salah satu jalur saluran irigasi tersier yang mengalirkan air ke area persawahan warga.
Dari hasil investigasi di lapangan, petugas menemukan adanya dugaan pembongkaran paksa pada bagian plat besi steyer, yakni komponen logam yang berfungsi sebagai penyangga struktur saluran irigasi. Plat besi itu diduga dicabut lalu dipotong-potong untuk diambil materialnya.
Saat petugas tiba di lokasi, tidak ditemukan lagi aktivitas perusakan. Namun, petugas masih mendapati sisa-sisa material berupa potongan plat besi steyer yang telah tergeletak di sekitar saluran.
Temuan ini menguatkan dugaan bahwa pelaku tidak hanya merusak, tetapi juga melakukan pencurian terhadap komponen infrastruktur negara yang seharusnya dijaga bersama.
Akibat kejadian tersebut, total kerusakan saluran irigasi tercatat mencapai 77 meter. Kerusakan itu berdampak langsung terhadap distribusi air menuju lahan pertanian warga yang kini terhambat.
Kondisi ini membuat petani terancam mengalami gangguan pasokan air, terutama untuk area sawah yang bergantung penuh pada saluran irigasi tersier tersebut.
Padahal, keberadaan saluran irigasi sangat vital bagi sektor pertanian di wilayah Tulang Bawang Udik yang selama ini mengandalkan distribusi air dari jalur tersier untuk menunjang produktivitas sawah.
Wilayah Tiyuh Marga Kencana dan Tiyuh Kagungan Ratu Agung sendiri dikenal sebagai kawasan pertanian di Kecamatan Tulang Bawang Udik yang memiliki aktivitas pertanian warga cukup tinggi. Kedua tiyuh tersebut juga tercatat sebagai wilayah administratif aktif di Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Salah satu petugas di lapangan menegaskan bahwa pengecekan dilakukan sebagai bentuk respons cepat atas laporan masyarakat terkait dugaan pengrusakan aset negara.
“Kami telah mendata seluruh kerusakan yang terjadi dan mengamankan barang bukti yang tersisa. Laporan resmi juga sudah kami sampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti secara hukum,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Sementara itu, Serma Ahmad Sarpudin dari Unit Intel Kodim 0412/LU mengungkapkan bahwa laporan mengenai pengrusakan aset negara ini bukan hanya terjadi di satu titik.
Menurut dia, kerusakan infrastruktur irigasi ditemukan di sejumlah titik wilayah Tiyuh Marga Kencana. Bahkan di wilayah Tiyuh Kagungan Ratu Agung, sebagian besar komponen aset negara pada jalur irigasi disebut sudah tidak tersisa.
“Ada laporan masuk terkait aktivitas pengrusakan aset negara oleh oknum. Di beberapa titik wilayah Tiyuh Marga Kencana sudah rusak, sedangkan di Tiyuh Kagungan Ratu Agung sudah habis, nyaris tidak ada lagi aset negara yang tersisa. Saat ini kita tunggu tindak lanjut dari pihak berwenang, nanti kita lihat hasilnya,” ujar Serma Ahmad.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa dugaan perusakan bukan insiden tunggal, melainkan bisa jadi sudah berlangsung berulang dan menyasar sejumlah titik infrastruktur irigasi.
Jika tidak segera ditangani, kerusakan ini berpotensi menimbulkan dampak lebih luas terhadap aktivitas pertanian warga, terutama pada musim tanam yang membutuhkan suplai air stabil.
Petugas gabungan yang hadir dalam pengecekan itu terdiri dari Sertu Andi Setiawan dan Serda Erwan dari Babinsa Koramil 412-05/TBU, Serma Ahmad Sarpudin dan Sertu Hari dari Unit Intel Kodim 0412/LU, Tim Reskrim Polres Tubaba, pegawai Dinas PU Pengairan, perangkat tiyuh setempat, serta warga yang ikut mendampingi proses identifikasi di lapangan.
Aparat mengimbau masyarakat agar ikut berperan aktif menjaga fasilitas umum, terutama aset negara yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat seperti irigasi pertanian.
Warga juga diminta segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar jalur irigasi agar potensi kerusakan dapat dicegah lebih dini.
Langkah cepat pelaporan masyarakat dinilai menjadi kunci penting untuk mencegah kerugian lebih besar, sekaligus menjaga keberlangsungan sektor pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi warga di Tubaba. (Angga)










