KARAWANG, alexanews.id – Puluhan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Hidayah Majalaya, Karawang, mulai mengikuti Ujian Madrasah (UM) tahun 2026 pada Senin (4/5/2026). Hari pertama pelaksanaan ujian berlangsung lancar tanpa kendala berarti.

Pelaksanaan Ujian Madrasah tahun ini digelar di MI Nurul Falah Yaspin Majalaya. Meski masih menginduk di sekolah tersebut, semangat para siswa MI Nurul Hidayah untuk mengikuti ujian tetap tinggi sejak pagi.

Sebanyak 23 peserta didik tercatat mengikuti Ujian Madrasah tahun ini. Mereka tampak hadir tepat waktu dan mengikuti seluruh rangkaian ujian dengan tertib.

Kepala MI Nurul Hidayah, Juhana, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan ujian di hari pertama. Menurutnya, kondisi ini menjadi awal yang baik untuk rangkaian Ujian Madrasah yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.

“Alhamdulillah untuk hari pertama berjalan lancar. Mudah-mudahan di hari-hari berikutnya siswa diberikan kesehatan dan bisa mengikuti ujian sampai tuntas,” ujar Juhana, Senin (4/5/2026).

Ujian Madrasah menjadi salah satu tahapan penting bagi siswa kelas akhir di tingkat Madrasah Ibtidaiyah. Melalui ujian ini, sekolah dapat mengukur capaian pembelajaran siswa selama menempuh pendidikan dasar.

Tahun ini, Ujian Madrasah di MI Nurul Hidayah mencakup 12 mata pelajaran yang diujikan secara bertahap. Dalam satu hari, siswa mengerjakan sekitar tiga mata pelajaran.

Pelaksanaan ujian dimulai pukul 07.30 WIB hingga 11.00 WIB. Selama waktu tersebut, siswa mengerjakan soal dengan pengawasan ketat dari panitia dan guru pengawas.

Meski belum dilaksanakan secara mandiri di lingkungan sekolah sendiri, pelaksanaan ujian tetap berjalan tertib dengan pembagian beberapa ruang belajar atau rombongan belajar (rombel). Skema ini diterapkan agar seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan nyaman dan kondusif.

Juhana menjelaskan, pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan sebelum pelaksanaan Ujian Madrasah dimulai. Persiapan itu dilakukan untuk memastikan siswa siap menghadapi ujian, baik secara akademik maupun mental.

Sebelum memasuki masa ujian, siswa lebih dulu mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan try out (TO). Tahapan ini menjadi bagian dari evaluasi sekaligus pembiasaan agar siswa terbiasa menghadapi pola soal ujian.

Dari hasil persiapan tersebut, sekolah melihat kesiapan siswa cukup baik. Hal itu juga tercermin dari tingkat kehadiran peserta yang optimal pada hari pertama pelaksanaan ujian.

“Alhamdulillah kehadiran siswa penuh, tidak ada yang absen. Ini menunjukkan anak-anak punya semangat yang baik untuk mengikuti ujian,” katanya.

Dalam pelaksanaan tahun ini, Ujian Madrasah masih menggunakan sistem manual berbasis kertas. Siswa mengerjakan soal dengan lembar jawaban komputer (LJK), belum menggunakan sistem digital atau daring.

Meski begitu, para siswa sebenarnya sudah mulai dikenalkan dengan penggunaan perangkat komputer, terutama saat pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik sebelumnya.

Langkah ini dinilai penting sebagai bagian dari adaptasi siswa terhadap sistem evaluasi berbasis teknologi yang kemungkinan akan diterapkan di masa mendatang.

Menurut pihak sekolah, penggunaan sistem manual bukan menjadi hambatan berarti. Yang terpenting adalah siswa dapat mengikuti ujian dengan fokus, tenang, dan memahami soal dengan baik.

Selama masa ujian berlangsung, sekolah juga terus mengingatkan siswa agar menjaga kondisi fisik dan mental. Kesehatan menjadi perhatian utama agar siswa dapat mengikuti seluruh mata pelajaran hingga hari terakhir.

Para siswa diimbau untuk menjaga pola tidur, mengurangi aktivitas yang berlebihan, dan tetap belajar secara teratur di rumah. Dukungan orang tua juga dinilai sangat penting dalam menjaga konsentrasi belajar anak selama masa ujian.

Selain dukungan akademik, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga turut memberi dampak positif terhadap semangat belajar siswa. Program tersebut dinilai membantu menjaga stamina dan konsentrasi siswa selama mengikuti ujian.

Pihak sekolah melihat siswa menjadi lebih bersemangat menjalani aktivitas belajar, termasuk saat menghadapi Ujian Madrasah yang membutuhkan kesiapan fisik dan fokus tinggi.

Ke depan, MI Nurul Hidayah menargetkan dapat melaksanakan Ujian Madrasah secara mandiri di sekolah sendiri. Target tersebut sejalan dengan upaya peningkatan mutu lembaga yang saat ini tengah dilakukan.

Salah satu fokus utama sekolah tahun ini adalah mempersiapkan proses akreditasi. Tahapan tersebut menjadi langkah penting agar MI Nurul Hidayah dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memenuhi syarat penyelenggaraan ujian secara mandiri.

“Kami berharap ke depan bisa melaksanakan ujian secara mandiri di sekolah sendiri. Tahun ini kami juga sedang mempersiapkan akreditasi, semoga tahun berikutnya bisa lebih baik,” pungkas Juhana.

Kelancaran hari pertama Ujian Madrasah ini menjadi sinyal positif bagi MI Nurul Hidayah Majalaya. Dengan persiapan yang matang, dukungan sekolah, serta semangat siswa yang tinggi, pelaksanaan ujian diharapkan terus berjalan lancar hingga seluruh rangkaian selesai.

Momen ini juga menjadi langkah penting bagi MI Nurul Hidayah dalam memperkuat kualitas pendidikan dasar berbasis madrasah di wilayah Majalaya, Karawang. (Yopie Iskandar)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.