KARAWANG, alexanews.id – Antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di SMAN 2 Karawang pada tahun ajaran 2026/2027 terus meningkat. Hingga memasuki hari kedelapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), jumlah pendaftar yang memilih sekolah tersebut telah mencapai sekitar 900 orang.

Tingginya minat calon peserta didik itu menjadi sinyal kuat bahwa SMAN 2 Karawang masih menjadi salah satu sekolah menengah atas yang paling diminati masyarakat Karawang.

Meski jumlah pendaftar terus bertambah, panitia memastikan seluruh tahapan SPMB berjalan lancar. Tahap pemetaan yang dimulai sejak 29 Mei 2026 hingga saat ini berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Perwakilan Panitia SPMB SMAN 2 Karawang, Robi Sofyan, S.Pd., mengatakan sejauh ini proses penerimaan siswa baru tidak mengalami hambatan berarti.

“Alhamdulillah sejauh ini berjalan dengan baik. Tahap pemetaan yang dimulai dari tanggal 29 Mei hingga sekarang memasuki hari kedelapan berjalan lancar. Memang sempat ada kendala, tetapi tidak menjadi masalah yang signifikan,” ujar Robi.

Menurutnya, beberapa kendala teknis yang muncul pada awal pelaksanaan dapat segera diatasi sehingga tidak mengganggu jalannya proses pendaftaran maupun pelayanan kepada masyarakat.

Kuota Bertambah Menjadi 462 Siswa

Pada pelaksanaan SPMB tahun ini, SMAN 2 Karawang awalnya mendapat alokasi daya tampung sebanyak 396 siswa.

Namun, seiring kebijakan tambahan kuota melalui jalur domisili penyangga, sekolah memperoleh tambahan 66 kursi sehingga total daya tampung meningkat menjadi 462 siswa.

“Kuota yang dicanangkan awalnya 396 siswa. Kemudian ada tambahan kuota domisili penyangga sebanyak 66 siswa, sehingga total kuota menjadi 462 siswa,” jelas Robi.

Penambahan kuota tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih luas kepada lulusan SMP yang ingin melanjutkan pendidikan di SMAN 2 Karawang.

Meski demikian, jumlah pendaftar yang terus bertambah menunjukkan tingkat persaingan yang cukup tinggi.

Pilihan Pertama Sudah Lebih dari 300 Pendaftar

Berdasarkan data sementara panitia, jumlah calon peserta didik yang menjadikan SMAN 2 Karawang sebagai pilihan pertama sudah melampaui 300 orang.

Sementara itu, jika digabungkan dengan pendaftar yang menempatkan SMAN 2 Karawang sebagai pilihan kedua dan ketiga, totalnya telah mencapai sekitar 900 orang.

“Untuk pilihan pertama saat ini sudah lebih dari 300 pendaftar. Namun jika digabungkan dengan pilihan kedua dan ketiga, totalnya mencapai sekitar 900 pendaftar,” kata Robi.

Data tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang dimiliki sekolah tersebut.

Keberhasilan para alumni yang diterima di perguruan tinggi negeri serta berbagai prestasi akademik maupun nonakademik menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya minat masyarakat.

Orang Tua Diminta Teliti Saat Mendaftar

Panitia juga mengingatkan para calon peserta didik dan orang tua agar lebih cermat saat melakukan pendaftaran secara mandiri melalui sistem daring yang telah disediakan pemerintah.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, proses pendaftaran kini tidak lagi dilakukan oleh sekolah asal, melainkan langsung oleh calon peserta didik atau orang tua melalui sistem online.

Karena itu, kesalahan dalam memilih jalur pendaftaran dapat berakibat fatal dan sulit diperbaiki setelah data masuk ke sistem.

“Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat mengisi data dan memilih jalur pendaftaran. Banyak kasus yang masuk ke kami karena salah klik atau salah memilih jalur. Misalnya seharusnya masuk jalur ekonomi tidak mampu, tetapi malah memilih jalur rapor. Setelah masuk sistem, kami tidak bisa mengubahnya,” tegas Robi.

Meski demikian, pihak sekolah tetap membuka layanan konsultasi dan bantuan bagi masyarakat yang mengalami kendala selama proses pendaftaran berlangsung.

Panitia siap memberikan pendampingan agar calon peserta didik dapat menyelesaikan seluruh tahapan pendaftaran dengan benar.

Dukung Program Jawa Barat Cegah Anak Putus Sekolah

Selain menjadi proses seleksi peserta didik baru, SPMB tahun ini juga diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menekan angka putus sekolah di Jawa Barat.

Robi mengatakan pihak sekolah mendukung penuh arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar seluruh lulusan SMP dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Menurutnya, pendidikan harus menjadi prioritas utama bagi generasi muda karena menjadi bekal penting dalam menghadapi masa depan.

“Sesuai arahan Gubernur Jawa Barat, jangan sampai ada anak yang putus sekolah. Melalui SPMB ini kami mengajak seluruh lulusan SMP untuk melanjutkan pendidikan. Tidak harus selalu mengejar sekolah yang dianggap favorit, yang terpenting adalah tetap bersekolah dan melanjutkan pendidikan,” pungkasnya.

Dengan tingginya antusiasme masyarakat, dukungan pemerintah, serta kesiapan panitia dalam memberikan pelayanan, SMAN 2 Karawang optimistis pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 dapat berjalan sukses.

Sekolah berharap seluruh proses penerimaan murid baru berlangsung transparan, objektif, dan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi generasi muda Karawang untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. (Yopie Iskandar)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.