KARAWANG, alexanews.id – Aliansi BEM Karawang berencana menggelar aksi massa pada Selasa, 23 Juni 2026, di Bundaran Novotel Karawang. Aksi tersebut akan melibatkan berbagai elemen masyarakat mulai dari mahasiswa, buruh, petani, guru hingga organisasi masyarakat sipil.

Presiden Mahasiswa BEM UNSIKA, Beryl Geovanni Xenoglosi, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi terhadap berbagai persoalan yang dinilai berdampak pada kehidupan masyarakat Karawang.

Menurut Beryl, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan kepentingan masyarakat ketika terdapat kebijakan yang dianggap perlu dievaluasi.

Ia menjelaskan, gerakan yang dibangun Aliansi BEM Karawang bukan sekadar aksi demonstrasi, melainkan upaya mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap isu pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, hingga pembangunan daerah.

“Mahasiswa hadir sebagai bagian dari masyarakat. Ketika ada persoalan yang dirasakan rakyat, sudah menjadi tanggung jawab kami untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka dan konstitusional,” ujarnya, Jumat 19 Juni 2026.

Beryl menambahkan bahwa aksi yang akan digelar merupakan ruang demokrasi yang terbuka bagi seluruh warga yang ingin menyampaikan pandangan dan harapan terhadap arah kebijakan pemerintah.

“Kami berharap pemerintah dapat mendengar dan mempertimbangkan aspirasi yang disampaikan masyarakat. Tujuan utama kami adalah mendorong kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan rakyat,” katanya.

Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi BEM Karawang menyampaikan sembilan tuntutan yang akan menjadi fokus dalam aksi tersebut. Di antaranya terkait efisiensi anggaran negara, penguatan sektor pendidikan dan kesehatan, kesejahteraan buruh, pengawasan lingkungan, hingga peningkatan kesejahteraan guru daerah.

Aliansi BEM Karawang juga menyoroti pemotongan Dana Transfer ke Daerah yang disebut berdampak pada kemampuan pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan publik.

Karena itu, mereka mengajak seluruh elemen masyarakat Karawang untuk turut hadir dalam aksi yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juni 2026 di Bundaran Novotel Karawang.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah terkait tuntutan yang disampaikan Aliansi BEM Karawang. (Ega Nugraha)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.