BEKASI, alexanews.id – Kondisi Jalan Kalimalang di wilayah Kabupaten Bekasi kembali menjadi sorotan. Ruas jalan dari perbatasan Lampu Merah Tegal Danas hingga batas kota terlihat dipenuhi ilalang dan tanaman liar sehingga dinilai kurang terawat dan mengganggu estetika kawasan.

Ketua Umum LSM Komite Masyarakat Peduli Indonesia (KOMPI), Ergat Bustomy, menyampaikan kritik keras kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi terkait kondisi tersebut. Menurutnya, kawasan yang berada tidak jauh dari pusat pemerintahan daerah seharusnya mendapat perhatian lebih dalam hal penataan dan kebersihan.

Saat meninjau lokasi pada Senin (3/8/2026), Ergat mengaku prihatin melihat kondisi di sepanjang Jalan Kalimalang yang menurutnya masih jauh dari kesan tertata.

“Hari ini yang terjadi seperti hutan belantara yang sudah jelas tidak terawat. Padahal Jalan Kalimalang ini merupakan salah satu wajah Kabupaten Bekasi yang lokasinya dekat dengan pusat pemerintahan daerah. Sangat miris melihat kondisi seperti ini,” ujarnya.

Ia menilai besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi seharusnya dapat menjadi modal untuk memperbaiki penataan kawasan strategis tersebut.

Ergat juga membandingkan kondisi Kabupaten Bekasi dengan sejumlah daerah tetangga yang dinilainya lebih tertata dan nyaman dipandang. Menurut dia, persoalan kebersihan dan estetika wilayah seharusnya menjadi perhatian dari setiap kepala daerah yang memimpin.

“Fenomena seperti ini terus berulang dari periode ke periode. Sebagai masyarakat Bekasi tentu kami berharap ada perubahan nyata terhadap wajah daerah,” katanya.

Lebih lanjut, Ergat menilai penataan kawasan tidak selalu harus mengandalkan APBD. Menurutnya, pemerintah daerah dapat memanfaatkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau dana CSR dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bekasi.

Ia menyebut Kabupaten Bekasi memiliki banyak kawasan industri dengan ribuan perusahaan yang berpotensi berkontribusi terhadap program penataan lingkungan dan ruang publik.

“Pemkab Bekasi memiliki banyak kawasan industri dan perusahaan besar. Potensi kolaborasi melalui program TJSLP sangat besar apabila dikelola dengan baik untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya menyampaikan kritik kepada pemerintah daerah, Ergat juga meminta anggota DPRD Kabupaten Bekasi untuk lebih aktif melakukan pengawasan terhadap kondisi lingkungan dan infrastruktur di wilayahnya.

Menurut dia, persoalan semrawutnya kawasan Kalimalang seharusnya menjadi perhatian bersama antara eksekutif dan legislatif agar tidak terus berulang tanpa solusi yang jelas.

“Kami berharap para anggota DPRD juga turun melihat langsung kondisi di lapangan sehingga dapat mendorong langkah konkret untuk penataan kawasan,” katanya.

Ergat menegaskan bahwa masyarakat menginginkan perubahan nyata, terutama pada kawasan-kawasan yang menjadi wajah Kabupaten Bekasi. Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah perbaikan agar lingkungan di sepanjang Jalan Kalimalang menjadi lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi masyarakat maupun pengguna jalan.

Menurutnya, penataan lingkungan merupakan bagian penting dalam membangun citra daerah, terlebih Kabupaten Bekasi dikenal sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia. (Wnd)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.