KARAWANG, Alexanews.id — Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah pertanian di utara Kabupaten Karawang mulai membuat petani resah.
Minimnya ketersediaan air untuk lahan pertanian dirasakan di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Pakisjaya, Cibuaya, Tirtajaya hingga Kutawaluya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pertemuan yang digelar di wilayah Rengasdengklok.
Para petani bersama sejumlah elemen masyarakat, termasuk Setakar dan forum, mempertanyakan langkah serta pertanggungjawaban pemerintah dalam menangani persoalan kekeringan yang berdampak langsung terhadap sektor pertanian.
Sulitnya mendapatkan pasokan air dikhawatirkan membuat tanaman petani tidak dapat tumbuh secara optimal, bahkan berpotensi mengalami gagal panen.
Jika tidak segera ditangani, dampaknya bukan hanya terhadap hasil pertanian, tetapi juga terhadap perekonomian petani dan ketersediaan pangan masyarakat.
Anggota Setakar, Rangga, mengatakan kondisi yang dihadapi petani saat ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
“Kami dan para petani jangan dibiarkan kelaparan dan kekeringan,” ujar Rangga.
Menurutnya, persoalan air untuk pertanian tidak boleh hanya menjadi pembahasan. Pemerintah dan instansi terkait dinilai perlu segera mengambil langkah konkret untuk membantu petani yang terdampak kekeringan.
Dalam pertemuan tersebut, para petani dan elemen masyarakat juga membahas rencana penyampaian aspirasi melalui aksi pada 24 September 2026, bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional.
Aksi tersebut direncanakan menjadi ruang bagi petani dan sejumlah elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mempertanyakan langkah pemerintah dalam mengatasi persoalan kekeringan di wilayah utara Karawang.
Para petani berharap persoalan ketersediaan air segera mendapatkan solusi nyata di lapangan. Sebab, air menjadi kebutuhan utama agar lahan pertanian tetap produktif dan petani tidak semakin terbebani akibat kondisi kekeringan.
Mereka juga meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait tidak menunggu kondisi semakin parah sebelum mengambil tindakan, terutama di wilayah yang saat ini sudah mengalami kesulitan mendapatkan air untuk pertanian. (Asbel)










