CIREBON, alexanews.id – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah tinggal yang juga difungsikan sebagai gudang gas LPG di Blok Karang Anyar, RT 05/RW 02, Desa Cipeujeuh Wetan, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Selasa (23/6/2026) dini hari.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB tersebut diduga dipicu oleh kelalaian saat memasak air. Pemilik rumah diduga lupa mematikan kompor sehingga api kemudian membesar dan membakar bangunan beserta isi gudang gas LPG yang berada di lokasi.
Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon, kebakaran pertama kali dilaporkan oleh pemilik rumah yang juga korban, Taryudi. Setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Kecepatan respons petugas menjadi salah satu faktor penting dalam upaya pengendalian api. Regu 2 Damkar Sektor Lemahabang dilaporkan tiba di lokasi hanya sekitar lima menit setelah laporan diterima.
Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan dan Sarana Prasarana (PPSP) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengatakan berdasarkan informasi dari warga sekitar serta keterangan pemilik rumah, sumber api diduga berasal dari kompor yang digunakan untuk memasak air.
“Menurut informasi dari warga sekitar dan keterangan pemilik rumah, api diduga berasal dari kompor yang sedang digunakan untuk memasak air namun lupa dimatikan,” ujar Eno Sujana.
Karena objek yang terbakar merupakan rumah yang juga digunakan sebagai gudang penyimpanan gas LPG, petugas segera meminta bantuan tambahan untuk mengantisipasi meluasnya kobaran api dan potensi ledakan.
Selain Regu 2 Damkar Sektor Lemahabang, bantuan datang dari Regu 2 Sektor Pangenan dan Regu 2 Sektor Cikulak. Sejumlah unsur terkait juga turut membantu proses penanganan kebakaran di lokasi.
Petugas kemudian berkoordinasi dengan PLN untuk melakukan pemutusan aliran listrik demi menghindari risiko korsleting maupun bahaya lain yang dapat memperparah kondisi kebakaran.
Proses pemadaman berlangsung cukup menegangkan mengingat banyaknya material yang mudah terbakar di sekitar lokasi. Petugas berjibaku selama lebih dari dua jam untuk menjinakkan api yang terus membesar.
Setelah upaya pemadaman intensif dilakukan, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 03.06 WIB. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan hingga sekitar pukul 03.30 WIB guna memastikan tidak ada titik api yang masih tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan.
Akibat kejadian tersebut, hampir seluruh bangunan rumah dan gudang gas LPG mengalami kerusakan parah akibat terbakar. Kerugian materi yang ditimbulkan ditaksir mencapai Rp250 juta.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, satu orang dilaporkan mengalami luka ringan dalam peristiwa tersebut. Korban segera mendapatkan penanganan setelah kejadian.
Dalam proses penanganan kebakaran ini, sejumlah pihak terlibat, mulai dari petugas Damkar Sektor Lemahabang, Pangenan dan Cikulak, petugas PLN, aparat Desa Cipeujeuh Wetan, anggota Polsek Lemahabang hingga warga setempat yang membantu proses evakuasi dan pengamanan area.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran rumah tangga.
Masyarakat diimbau untuk selalu memastikan kompor telah dimatikan setelah digunakan, tidak meninggalkan aktivitas memasak tanpa pengawasan, serta memeriksa kondisi instalasi listrik secara berkala.
Langkah sederhana tersebut dinilai sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran yang dapat mengakibatkan kerugian besar, terutama pada bangunan yang menyimpan bahan mudah terbakar seperti gas LPG.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kelalaian kecil dapat berujung pada musibah besar. Kewaspadaan dan pemeriksaan rutin terhadap peralatan rumah tangga menjadi kunci utama untuk menjaga keselamatan keluarga dan lingkungan sekitar. (Kirno)









