KARAWANG, alexanews.id – Para petani di Desa Dukuhkarya, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, bersiap melakukan aksi kerja bakti untuk membersihkan tumpukan eceng gondok yang menutupi saluran irigasi di wilayah mereka.
Langkah tersebut dipimpin langsung Ketua Petani Desa Dukuhkarya, H. Masnan atau yang akrab disapa H. Beni. Pembersihan dilakukan setelah saluran irigasi KW 12 dan KW 13 diduga mengalami penyumbatan akibat tumpukan eceng gondok yang semakin menutupi aliran air.
Kondisi itu dikhawatirkan mengganggu distribusi air menuju area persawahan yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.
Selain menghambat aliran air, tumpukan eceng gondok yang bercampur dengan sampah dan material yang membusuk juga menimbulkan aroma tidak sedap di sekitar saluran irigasi.
H. Masnan mengatakan dirinya bersama para petani dan anggota Forum FKUB akan turun langsung ke lokasi untuk melakukan pembersihan secara gotong royong.
Menurutnya, upaya tersebut dilakukan agar aliran air kembali normal sehingga kebutuhan irigasi bagi lahan pertanian dapat terpenuhi.
“Kami akan turun langsung bersama para petani untuk membersihkan eceng gondok yang menutupi saluran irigasi agar aliran air kembali lancar menuju area persawahan,” ujar H. Masnan, Minggu (28/6/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan eceng gondok dalam jumlah besar dapat memperlambat aliran air bahkan berpotensi menyebabkan distribusi air ke sawah tidak berjalan optimal.
Karena itu, para petani memilih bergerak cepat dengan melakukan kerja bakti sebelum kondisi tersebut berdampak lebih luas terhadap aktivitas pertanian.
Tidak hanya melakukan pembersihan, pihaknya juga berencana melaporkan kondisi saluran irigasi yang dipenuhi eceng gondok dan sampah kepada PJT II agar mendapat perhatian serta penanganan lanjutan.
Laporan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi instansi terkait untuk mengambil langkah teknis sehingga fungsi saluran irigasi dapat kembali maksimal.
H. Masnan berharap adanya dukungan dari berbagai pihak untuk menjaga kebersihan saluran irigasi dan memastikan distribusi air ke lahan pertanian tetap berjalan lancar.
Menurutnya, ketersediaan air merupakan faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian, khususnya bagi petani yang menggantungkan kebutuhan pengairan dari jaringan irigasi tersebut.
Dengan kondisi saluran yang bersih dan bebas dari hambatan, para petani optimistis kebutuhan air untuk persawahan di wilayah Dukuhkarya dan sekitarnya dapat terpenuhi dengan baik.
Aksi gotong royong yang akan dilakukan dalam waktu dekat itu juga diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah ke saluran irigasi.
Pasalnya, keberadaan sampah dan tanaman liar yang menumpuk tidak hanya mengganggu aliran air, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah lingkungan lainnya di kawasan pertanian. (Asbel)










