KARAWANG, alexanews.id – Di tengah berbagai tekanan kehidupan yang dihadapi masyarakat saat ini, mulai dari persoalan ekonomi, konflik keluarga hingga tuntutan pekerjaan, menjaga kesehatan mental dan spiritual menjadi kebutuhan yang semakin penting.
Berangkat dari semangat tersebut, Sahabat Hijrah Event kembali menggelar seminar kepribadian bertajuk “Pribadi Ditolong Allah”. Kegiatan ini mengajak masyarakat untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT sebagai sumber ketenangan dan kekuatan dalam menghadapi berbagai ujian hidup.
Seminar yang mendapat dukungan dari Yayasan Syamira Ar-Rasyid, Mikha Rentcar, Bening Project, Syamira Food Court serta sejumlah mitra lainnya tersebut diikuti sekitar 100 peserta. Mayoritas peserta berasal dari kalangan ibu rumah tangga dan anggota majelis taklim di Karawang.
Manager Sahabat Hijrah Wisata, Dudi Khairudin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan seminar kedua yang diselenggarakan pihaknya. Sebelumnya, Sahabat Hijrah Event sukses mengangkat tema “Menghilangkan Luka Tanpa Terluka”. Pada penyelenggaraan kali ini, panitia menghadirkan subtema “Bersyukur di Atas Ujian”.
Menurut Dudi, setiap manusia memiliki tantangan dan persoalan hidup yang berbeda-beda. Karena itu, penting bagi seseorang untuk tidak hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Setiap orang pasti memiliki ujian hidup masing-masing. Ketika merasa tidak mampu menghadapi semuanya sendiri, jangan lupa untuk kembali berserah kepada Allah SWT. Dari situlah kita belajar bahwa pertolongan Allah selalu hadir bagi hamba-Nya yang terus berikhtiar dan bertawakal,” ujarnya.
Agar materi lebih mudah dipahami, seminar dikemas menggunakan pendekatan storytelling yang disampaikan oleh narasumber Bunda Syamira. Metode tersebut dipilih karena dinilai lebih dekat dengan pengalaman kehidupan sehari-hari para peserta.
Tidak hanya mendengarkan materi, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai teknik sederhana untuk membantu mengelola stres, menenangkan pikiran, serta memperkuat mental. Berbagai metode yang diberikan diharapkan dapat dipraktikkan langsung dalam aktivitas sehari-hari.
“Kami ingin peserta tidak hanya mendapatkan wawasan, tetapi juga memiliki bekal yang bisa diterapkan untuk mengelola emosi dan menemukan ketenangan batin,” kata Dudi.
Selama kegiatan berlangsung, panitia sengaja menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif. Lingkungan yang tenang diharapkan membantu peserta lebih mudah mengenali, menerima, sekaligus melepaskan berbagai beban emosional yang selama ini dipendam.
Dudi menambahkan, kegiatan serupa akan terus digelar secara rutin sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental dan spiritual.
Bahkan, pada 3–4 Oktober mendatang, Sahabat Hijrah Wisata berencana membuka Kelas Eksekutif dengan jumlah peserta terbatas. Program tersebut akan membahas penguatan mental dan fisik secara lebih mendalam melalui kombinasi materi teori dan praktik.
Masyarakat Karawang yang ingin mengikuti kegiatan berikutnya dapat memperoleh informasi melalui akun media sosial Sahabat Hijrah Wisata di Instagram, TikTok, Facebook, maupun kanal WhatsApp. Informasi serupa juga tersedia melalui media sosial Yayasan Syamira Ar-Rasyid.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap semakin banyak masyarakat memahami bahwa kesehatan mental dan spiritual merupakan dua hal yang saling berkaitan. Ketika ikhtiar dipadukan dengan doa, rasa syukur, dan tawakal kepada Allah SWT, setiap ujian kehidupan dapat dijalani dengan hati yang lebih tenang dan penuh harapan. (Karina)










