KARAWANG, alexanews.id – Ribuan masyarakat memadati Lapangan Talagamas, Desa Lemahmulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, dalam gelaran Festival Rakyat Berbasis Budaya yang berlangsung Sabtu, 4 Juli 2026.
Sejak pagi hingga malam hari, warga berdatangan untuk menikmati beragam pertunjukan budaya sekaligus memanfaatkan berbagai pelayanan publik yang disediakan secara gratis oleh penyelenggara.
Kegiatan tersebut digagas Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Sri Rahayu Agustina, SH., melalui program “Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya”. Program ini dirancang untuk mempererat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat melalui pendekatan budaya serta pelayanan langsung yang menyentuh kebutuhan warga.
Festival yang digelar di Desa Lemahmulya ini menjadi pelaksanaan ketiga setelah sebelumnya diselenggarakan pada Desember tahun lalu dan kembali digelar pada Maret 2026. Dari seluruh rangkaian kegiatan yang telah berlangsung, penyelenggaraan kali ini disebut sebagai yang paling meriah.
Sri Rahayu mengatakan, konsep kegiatan tersebut lahir dari keinginan untuk mengangkat kembali nilai-nilai budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Jawa Barat.
Menurutnya, keberadaan Peraturan Daerah tentang Kebudayaan harus menjadi landasan untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan budaya daerah agar tetap dikenal oleh generasi muda.
“Tujuan utama program ini adalah mendekatkan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dengan masyarakat melalui kebudayaan. Budaya lokal harus terus dihidupkan dan dilestarikan,” ujarnya.
Berbeda dengan festival budaya pada umumnya yang hanya menampilkan hiburan dan kesenian, Festival Rakyat Berbasis Budaya menghadirkan berbagai layanan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Beragam pelayanan publik tersedia di lokasi kegiatan, mulai dari pengurusan administrasi kependudukan, pelayanan Samsat, perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM), pemeriksaan kesehatan gratis, hingga bazar produk UMKM dan pasar pangan murah.
Antusiasme warga terlihat sangat tinggi, terutama pada pelayanan administrasi kependudukan. Dalam satu hari pelaksanaan, hampir 800 warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengurus berbagai dokumen kependudukan.
Tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa pelayanan yang dekat dengan lingkungan tempat tinggal menjadi kebutuhan penting yang sangat membantu warga dalam mengurus berbagai keperluan administrasi.
“Alhamdulillah respons masyarakat luar biasa. Pelayanan administrasi kependudukan hampir mencapai 800 orang. Selain itu ada pelayanan kesehatan, servis kendaraan, dan berbagai layanan lainnya yang didukung sejumlah instansi dan sponsor,” kata Sri Rahayu.
Festival tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan otomotif Yamaha dan Honda yang menyediakan layanan servis kendaraan bagi masyarakat.
Tidak hanya fokus pada pelayanan publik, kegiatan ini juga menjadi ruang promosi dan pemberdayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Karawang.
Puluhan pelaku UMKM memanfaatkan momentum festival untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat. Mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga berbagai produk lokal lainnya mendapat perhatian pengunjung yang hadir.
Sri Rahayu menilai penguatan sektor UMKM perlu terus didorong karena memiliki peran besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Langkah tersebut juga sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Karawang yang terus membuka ruang promosi dan pemasaran bagi pelaku usaha lokal.
Di sisi lain, aspek pelestarian budaya menjadi ruh utama dalam pelaksanaan Festival Rakyat Berbasis Budaya.
Berbagai pertunjukan seni tradisional ditampilkan sepanjang kegiatan berlangsung. Masyarakat disuguhkan penampilan tari jaipong yang memukau serta pagelaran wayang golek yang menjadi salah satu warisan budaya khas Jawa Barat.
Menariknya, sebagian besar seniman yang tampil merupakan putra-putri asli Desa Lemahmulya yang selama ini aktif melestarikan seni dan budaya daerah.
Sri Rahayu mengaku terkesan dengan potensi budaya yang dimiliki Desa Lemahmulya. Ia melihat masih banyak seniman dan budayawan lokal yang memiliki kemampuan luar biasa dan perlu mendapatkan dukungan agar tetap dapat berkarya.
“Ternyata budayawan di Desa Lemahmulya sangat banyak. Tarian jaipong yang ditampilkan sangat luar biasa, begitu juga dalang wayang golek yang berasal dari desa ini sendiri. Potensi seperti ini harus terus dibangkitkan agar budaya lokal tidak hilang ditelan zaman,” ungkapnya.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui pertunjukan seni sesekali, tetapi juga perlu didukung dengan program yang berkelanjutan agar generasi muda mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri.
Keberhasilan Festival Rakyat Berbasis Budaya tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak yang turut mendukung pelaksanaannya. Sri Rahayu menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Karawang, Pemerintah Desa Lemahmulya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Bulog, serta seluruh instansi dan pihak swasta yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia berharap program Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak desa di berbagai wilayah Kabupaten Karawang maupun daerah lain di Jawa Barat.
Menurutnya, konsep yang menggabungkan pelayanan publik, pemberdayaan UMKM, dan pelestarian budaya terbukti mampu menarik partisipasi masyarakat sekaligus memberikan manfaat nyata bagi warga.
“Insya Allah kami akan terus hadir di tengah masyarakat melalui program yang menggabungkan pelayanan publik, penguatan UMKM, dan pelestarian budaya lokal. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk melakukan hal serupa,” pungkasnya. (Yopie Iskandar)










