PURWAKARTA, alexanews.id – Akademi Sepakbola Persipo Putri (ASPP) Purwakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan setelah berhasil menjadi juara Open Turnamen BUMDes Desa Pamoyanan yang digelar di Lapangan Sepak Bola Desa Pamoyanan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (4/7/2026).
Tim binaan ASPP tampil impresif sepanjang turnamen hingga akhirnya mengangkat trofi juara setelah menaklukkan Mojang Bandung (Swasko) pada partai grand final.
Pertandingan puncak berlangsung sengit. Kedua tim saling menekan untuk membuka keunggulan. Namun Akademi Persipo Putri mampu menunjukkan mental juara dan menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan 2-0.
Dua gol kemenangan Persipo Putri lahir melalui eksekusi penalti yang sukses dituntaskan oleh Indira Kirani Jagad dan Raisa Naifa. Sementara dua penendang dari Mojang Bandung gagal menjalankan tugasnya setelah mampu digagalkan penjaga gawang Persipo Putri, Anggita.
Keberhasilan Anggita menghalau dua tendangan lawan menjadi salah satu kunci kemenangan tim asal Purwakarta tersebut sekaligus memastikan gelar juara jatuh ke tangan Akademi Persipo Putri.
Sebelumnya, langkah Persipo Putri menuju partai final juga tidak mudah. Pada babak semifinal, mereka harus menghadapi Putri Patriot Kita Bekasi yang diperkuat sejumlah pemain berpengalaman.
Dalam laga tersebut, Persipo Putri berhasil meraih kemenangan tipis 1-0. Gol semata wayang dicetak Wulan pada babak kedua menjelang pertandingan berakhir.
Kemenangan itu membawa Akademi Persipo Putri melaju ke final untuk menghadapi Mojang Bandung yang sebelumnya sukses menyingkirkan Family Wakade dengan skor 3-2.
Turnamen BUMDes Desa Pamoyanan tahun ini terbilang cukup bergengsi. Sejumlah tim kuat dari berbagai daerah di Jawa Barat ikut ambil bagian dengan diperkuat pemain-pemain berkualitas, termasuk beberapa mantan pemain tim nasional Indonesia.
Mojang Bandung misalnya, diperkuat pemain Timnas U-17 Diva. Sementara Family Wakade atau Asad Putri diperkuat pemain Persib Putri Bandung, Neng Resti dan Memey.
Tak kalah menarik, Putri Patriot Kita Bekasi juga diperkuat sejumlah mantan pemain Persib Putri Bandung serta penjaga gawang Timnas Indonesia, Indri.
Meski harus bersaing dengan tim-tim yang dihuni banyak pemain berpengalaman, Akademi Persipo Putri justru mampu tampil sebagai kampiun. Keberhasilan ini menjadi bukti kualitas pembinaan usia muda yang selama ini dijalankan akademi tersebut.
Mayoritas pemain yang diturunkan Persipo Putri merupakan pemain usia pembinaan. Tim hanya diperkuat beberapa pemain senior seperti Kharrunusa, Retno, dan Fuji yang berperan memberikan pengalaman serta ketenangan kepada para pemain muda.
Ketua Umum Akademi Persipo Putri, Saiful Wahyudin, mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraih anak-anak asuhnya.
“Alhamdulillah, anak-anak bermain lepas tanpa beban. Mereka menunjukkan semangat juang yang luar biasa sehingga mampu memenangkan dua pertandingan krusial di semifinal dan final,” ujarnya.
Menurut Saiful, gelar juara ini menjadi modal berharga bagi perkembangan Akademi Persipo Putri ke depan. Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi para pemain muda untuk terus berkembang dan berprestasi di level yang lebih tinggi.
Keberhasilan menjuarai Turnamen BUMDes Pamoyanan sekaligus mempertegas posisi Akademi Persipo Putri sebagai salah satu kekuatan sepak bola putri yang patut diperhitungkan di Purwakarta maupun Jawa Barat.
Dengan materi pemain muda yang terus berkembang serta pembinaan yang berkesinambungan, Akademi Persipo Putri optimistis dapat melahirkan talenta-talenta terbaik yang mampu bersaing di tingkat regional hingga nasional. (Asy)









