KARAWANG, alexanews.id – Warga Tunggakjati, Kecamatan Karawang Barat, mengeluhkan serangan kutu yang diduga berasal dari gudang beras milik Bulog. Keluhan tersebut kini berujung pada somasi yang dilayangkan kuasa hukum warga kepada Bulog Karawang.

Kuasa hukum warga dari Law Firm Merah Putih, Joen SH, mengatakan somasi disampaikan pada Selasa (30/6/2026) karena hingga kini belum ada tanggapan atas keluhan masyarakat.

“Kami hari ini melayangkan somasi kepada Bulog Karawang atas kuasa dari warga Tunggakjati, khususnya warga RT 05 dan masyarakat yang tinggal di sekitar gudang,” kata Joen.

Menurut dia, warga sudah lama mengeluhkan keberadaan kutu yang diduga berasal dari gudang beras tersebut. Namun sampai sekarang belum ada penyelesaian yang dirasakan warga.

Joen menyebut kutu sudah menyebar ke lingkungan perumahan dan masuk ke rumah-rumah warga.

“Yang terjadi di perumahan itu serbuan kutu. Kutu diduga berasal dari salah satu gudang beras di Tunggakjati,” ujarnya.

Ia mengaku mendapat informasi bahwa gudang tersebut merupakan gudang Bulog Karawang.

Akibat serangan kutu itu, warga mengaku merasa tidak nyaman. Bahkan disebut ada warga yang harus mendapatkan perawatan medis.

“Kami mendapat laporan ada warga yang sampai masuk rumah sakit,” katanya.

Karena menyangkut kesehatan dan keselamatan warga, pihaknya meminta Bulog segera mengambil langkah penanganan.

Joen menegaskan, jika somasi tersebut tidak direspons, pihaknya akan mempertimbangkan langkah hukum lebih lanjut.

“Kalau somasi ini tidak ditanggapi, kami akan mempertimbangkan untuk mengajukan gugatan. Ini menyangkut keselamatan warga,” tegasnya.

Selain soal kutu, Joen juga mengungkap adanya informasi dari warga terkait aktivitas gudang yang dinilai mencurigakan.

Menurutnya, warga sering melihat beras masuk ke gudang pada malam hari.

“Warga menyampaikan kepada kami bahwa aktivitas bongkar muat beras sering dilakukan tengah malam,” ujarnya.

Ia juga mengatakan karung beras yang masuk ke gudang tidak menggunakan karung berlogo Bulog seperti yang biasa diketahui masyarakat.

“Karungnya terlihat seperti karung biasa, bukan karung berlogo Bulog. Kami tidak mengetahui asal beras tersebut,” katanya.

Hingga berita ini ditulis, pihak Bulog Karawang belum memberikan tanggapan resmi terkait somasi yang dilayangkan warga maupun dugaan yang disampaikan kuasa hukum tersebut.

Redaksi Alexa masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak Bulog Karawang untuk memperoleh penjelasan dan klarifikasi. (Ega Nugraha)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.