KARAWANG, alexanews.id – SMA Negeri 5 Karawang resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya Tahun 2026, Selasa (15/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi tanda dimulainya tahun ajaran baru bagi seluruh siswa di sekolah tersebut.
Pembukaan MPLS berlangsung di lingkungan sekolah dan dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Barat, Rinny Cempaka, S.Si., M.T. Ia bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membuka secara resmi kegiatan MPLS Pancawaluya di SMAN 5 Karawang.
Selain diikuti siswa baru kelas X, hari pertama sekolah juga menjadi awal kegiatan belajar mengajar bagi siswa kelas XI dan XII.
Kepala SMAN 5 Karawang, Dr. Epul Saepul, S.Pd.I., M.Pd., mengatakan MPLS Pancawaluya menjadi momentum penting untuk menanamkan karakter sekaligus semangat berprestasi kepada seluruh siswa.
Menurutnya, semangat menjadi manusia unggul tidak hanya ditujukan kepada peserta didik baru, tetapi juga seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru hingga tenaga kependidikan.
“Kami berharap SMA Negeri 5 Karawang menjadi sekolah yang mampu melahirkan manusia unggul. Bukan hanya siswa kelas X, tetapi seluruh warga sekolah bisa terus berkembang dan memberikan prestasi terbaik,” kata Epul.
Ia menjelaskan, prestasi di SMAN 5 Karawang selama ini terus menunjukkan perkembangan yang positif. Bahkan hampir setiap pekan sekolah menerima penghargaan dari berbagai kompetisi yang diikuti siswa.

“Alhamdulillah, dalam satu minggu terakhir kami menerima sejumlah piagam dan piala dari hasil prestasi siswa. Ada yang meraih juara internasional di bidang paduan suara dan ada juga prestasi tingkat provinsi melalui kegiatan Paskibra,” ujarnya.
Menurut Epul, capaian tersebut menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas sekolah. Terlebih banyak siswa yang diterima melalui jalur prestasi akademik maupun nonakademik saat proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Karena itu, pihak sekolah menargetkan prestasi siswa ke depan semakin meningkat, baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional.
“Harapan kami, prestasi akademik maupun nonakademik terus hadir di SMA Negeri 5 Karawang. Kami juga ingin lulusan sekolah ini sukses saat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun ketika terjun ke masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan pesan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait pelaksanaan MPLS Pancawaluya 2026.
Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar kegiatan pengenalan sekolah, tetapi menjadi awal pembentukan karakter pelajar Jawa Barat.
Menurutnya, pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
Nilai-nilai yang dikembangkan melalui program Pancawaluya meliputi Cageur (sehat), Bageur (baik), Bener (benar), Pinter (cerdas), dan Singer (terampil serta berani mengambil inisiatif).
Gubernur juga mengingatkan para siswa agar disiplin, menghormati guru dan orang tua, menjaga lingkungan, serta memanfaatkan kemajuan teknologi secara bijak.
“Prestasi harus berjalan seiring dengan akhlak dan karakter yang baik,” demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam sambutan Gubernur Jawa Barat.
Melalui MPLS Pancawaluya, SMAN 5 Karawang berharap dapat mencetak generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Ega Nugraha)










