SERGAI, alexanews.id – Ribuan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, masih menantikan kembali berjalannya distribusi makanan bergizi setelah tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum dapat beroperasi hingga pertengahan Juli 2026.

Kondisi tersebut terjadi karena dana Bantuan Pemerintah (Banper) dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjadi sumber operasional dapur masih dalam proses pencairan.

Akibat kendala tersebut, ribuan peserta didik, guru, tenaga kependidikan, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita non-PAUD yang selama ini menjadi penerima manfaat MBG belum kembali menerima layanan sebagaimana sebelumnya.

Tiga dapur yang masih menunggu pencairan dana tersebut yakni SPPG Kota Galuh 1 di Desa Kota Galuh, Kecamatan Perbaungan, SPPG Firdaus 1 di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, serta SPPG Pergulaan yang juga berada di Kecamatan Sei Rampah.

Ketiga dapur tersebut memiliki cakupan layanan yang cukup besar dan menjadi tulang punggung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di sejumlah sekolah dan kelompok penerima manfaat lainnya di Kabupaten Serdang Bedagai.

Kepala SD Negeri 101933 Perbaungan, Fatmawati, S.Pd.I, mengatakan selama ini distribusi MBG di sekolahnya berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi para siswa.

Namun, sejak menjelang masa libur sekolah hingga kegiatan belajar mengajar kembali dimulai, penyaluran makanan bergizi tersebut belum kembali dilakukan.

Menurutnya, pihak pengelola SPPG telah menyampaikan bahwa operasional dapur sementara belum dapat berjalan karena dana bantuan pemerintah belum diterima.

“Informasi yang kami terima, operasional belum bisa berjalan karena dana dari pemerintah masih dalam proses pencairan,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Di SD Negeri 101933 Perbaungan sendiri, Program MBG selama ini menjangkau 125 siswa serta 12 guru dan tenaga kependidikan.

Fatmawati mengungkapkan bahwa sejumlah siswa dan orang tua mulai mempertanyakan kapan program tersebut kembali berjalan, terutama bagi keluarga yang selama ini sangat terbantu dengan adanya penyediaan makanan bergizi gratis di sekolah.

Kondisi serupa juga dirasakan SMP Negeri 4 Sei Rampah. Kepala sekolah setempat, Khairul Bhakti, S.Pd, mengatakan sekolahnya sudah dua hari tidak menerima distribusi MBG dari SPPG Pergulaan.

Padahal, terdapat sekitar 272 penerima manfaat yang terdiri dari peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan yang selama ini menerima layanan tersebut.

“Mereka berharap distribusi MBG dapat segera kembali normal seperti sebelumnya,” katanya.

Keluhan serupa juga datang dari SD Permata Firdaus. Kepala sekolah, Aiga, mengaku banyak siswa dan orang tua yang mulai mempertanyakan terhentinya penyaluran makanan bergizi dari SPPG Firdaus 1.

Menurutnya, keberadaan program tersebut sangat membantu kebutuhan gizi peserta didik sehingga masyarakat berharap operasional dapur dapat segera kembali berjalan.

Sementara itu, Kepala SPPG Kota Galuh 1, E. Barus, membenarkan bahwa dapur yang dipimpinnya masih belum dapat kembali beroperasi karena dana Banper belum masuk ke rekening operasional.

Akibatnya, sebanyak 2.380 penerima manfaat yang selama ini dilayani oleh dapur tersebut untuk sementara belum dapat menerima Program Makan Bergizi Gratis.

“Kami berharap dana bantuan pemerintah segera cair agar operasional dapur dapat kembali berjalan dan distribusi MBG bisa dilanjutkan,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Kepala SPPG Firdaus 1, Bima Azri. Ia menjelaskan dapur yang dipimpinnya melayani sekitar 2.598 penerima manfaat yang terdiri atas 2.098 peserta didik dan 500 penerima manfaat kategori 3B.

Namun hingga saat ini operasional belum dapat dimulai kembali karena dana bantuan pemerintah masih belum ditransfer.

Di sisi lain, Kepala SPPG Pergulaan, Fitri Insani Harahap, menyebutkan bahwa dapurnya melayani sekitar 3.489 penerima manfaat dari berbagai kelompok sasaran.

Meski aktivitas sekolah telah kembali berjalan setelah libur panjang, operasional dapur masih belum dapat dimulai karena proses pencairan dana belum selesai.

Jika dihitung secara keseluruhan, jumlah penerima manfaat yang terdampak dari belum beroperasinya tiga dapur tersebut mencapai sekitar 8.467 orang.

Terpisah, Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Serdang Bedagai, Nurhasanah Ritonga, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait belum beroperasinya ketiga dapur SPPG tersebut.

Menurutnya, koordinasi terus dilakukan bersama masing-masing kepala SPPG dan laporan juga telah disampaikan kepada pimpinan guna mempercepat penyelesaian administrasi pencairan dana.

Nurhasanah berharap proses tersebut dapat segera rampung sehingga seluruh dapur dapat kembali beroperasi normal dan pelayanan kepada masyarakat tidak lagi mengalami hambatan.

“Kami berharap proses pencairan dana bantuan pemerintah segera selesai sehingga Program Makan Bergizi Gratis dapat kembali berjalan dan seluruh penerima manfaat dapat menerima layanan sebagaimana mestinya,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis yang menyasar peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Karena itu, keterlambatan operasional dapur SPPG menjadi perhatian banyak pihak mengingat besarnya jumlah penerima manfaat yang bergantung pada program tersebut setiap hari. (Sutrisno)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.