BEKASI, AlexaNews.ID – Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai merealisasikan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program strategis nasional untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Proses awal pembangunan ditandai dengan kegiatan groundbreaking serentak nasional yang diikuti secara virtual dari Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Senin (12/1/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin bersama Kepala Dinas Cipta Karya serta Kepala Dinas Sosial. Groundbreaking ini menjadi langkah awal penguatan pendidikan berbasis inklusivitas yang digagas pemerintah pusat dan dilaksanakan di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Bekasi.
Sekda Endin Samsudin menyebutkan, progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi sudah berjalan dan kini memasuki tahap awal pekerjaan. Hingga pertengahan Januari 2026, realisasi fisik pembangunan telah mencapai sekitar 10 persen dan ditargetkan rampung sesuai kontrak pada pertengahan tahun.
Endin mengapresiasi dukungan penuh pemerintah pusat dalam merealisasikan proyek tersebut. Ia menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan wujud komitmen negara dalam menjamin pemerataan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga telah mempersiapkan aspek nonfisik, termasuk calon peserta didik. Pendataan calon siswa dilakukan secara terintegrasi melalui pembaruan data kesejahteraan sosial nasional.
Menurut Endin, penjaringan peserta Sekolah Rakyat menyasar kelompok masyarakat desil 1 hingga desil 5, sehingga ketika sekolah resmi beroperasi, seluruh kebutuhan peserta didik telah siap dan tepat sasaran.
Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi dirancang sebagai lembaga pendidikan terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Dalam satu angkatan, sekolah ini ditargetkan mampu menampung sekitar seribu siswa dari berbagai latar belakang ekonomi.
Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi konkret untuk menekan angka putus sekolah serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bekasi.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Barat Kementerian PUPR, Tommy, menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi merupakan bagian dari paket pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Barat Tahap II.
Pekerjaan konstruksi telah dimulai sejak 2 Desember 2025 dan dijadwalkan selesai pada 29 Juli 2026. Setelah proses serah terima pertama, fasilitas sekolah diharapkan dapat langsung dimanfaatkan untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat rintisan yang sudah berjalan.
Sekolah Rakyat ini dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 5,4 hektare yang merupakan aset Pemerintah Kabupaten Bekasi dan akan dihibahkan kepada Kementerian Sosial sebagai pengelola operasional pendidikan.
Tommy menambahkan, kawasan Sekolah Rakyat akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari ruang kelas, asrama putra dan putri, hunian wali asrama dan pengajar, hingga fasilitas pendukung seperti ruang ibadah, ruang makan, gedung serbaguna, serta sarana olahraga. [Wnd]










