BEKASI, alexanews.id – Kondisi memprihatinkan tengah dialami para petani di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi. Sawah yang biasanya menghijau kini berubah drastis menjadi lahan kering yang retak akibat krisis air irigasi yang sudah berlangsung hampir tiga pekan.
Sudah lebih dari 20 hari terakhir, aliran air ke area persawahan warga tidak kunjung mengalir. Tanaman padi yang baru memasuki masa pertumbuhan mulai menguning, sementara tanah di sejumlah titik terlihat pecah dan kehilangan kelembapan.
Situasi ini membuat para petani berada dalam kondisi was-was. Harapan untuk memanen hasil pertanian dalam beberapa bulan ke depan kini mulai menipis karena ancaman gagal panen semakin nyata.
Kepala Dusun Karangharja, Samsudin, mengungkapkan keresahan para petani yang saat ini hanya bisa pasrah menghadapi kondisi tersebut.
“Para petani sekarang benar-benar menjerit. Sudah 20 hari sawah tidak tersentuh air. Kalau ini terus dibiarkan, kami khawatir akan terjadi gagal panen,” ujarnya kepada awak media, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, krisis air ini tidak hanya berdampak pada tanaman padi, tetapi juga langsung memukul perekonomian warga desa yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Sejumlah petani mengaku mulai kehilangan harapan setelah melihat kondisi sawah yang semakin mengering dari hari ke hari. Mereka menilai, tanpa suplai air yang memadai, upaya perawatan tanaman menjadi sia-sia.
Warga pun mendesak agar pemerintah dan instansi terkait segera turun tangan untuk menangani persoalan ini. Beberapa langkah darurat yang diharapkan antara lain perbaikan saluran irigasi, distribusi air sementara, hingga solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kalau bisa jangan menunggu lebih lama lagi. Kami butuh air sekarang, bukan nanti. Karena tanpa air, semua usaha kami akan hilang,” tambah Samsudin.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, para petani khawatir kerugian yang lebih besar tidak dapat dihindari. Dampaknya juga dikhawatirkan meluas terhadap ketahanan pangan lokal, mengingat sebagian besar kebutuhan warga bergantung pada hasil pertanian setempat.
Masyarakat Karangharja kini hanya berharap adanya respons cepat dari pemerintah daerah maupun dinas terkait, agar sistem irigasi kembali berfungsi normal dan sawah yang mengering bisa terselamatkan sebelum terlambat. (Wnd)










