KARAWANG, alexanews.id – Kondisi jalan menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Jayakerta kembali menuai keluhan. Kerusakan yang terjadi di sejumlah titik dinilai semakin parah dan mengganggu aktivitas warga yang setiap hari melintas di jalur tersebut.

Keluhan itu disampaikan sejumlah aktivis yang tergabung dalam Forum Karawang Utara Bergerak (FKUB). Mereka meminta pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan sebelum kerusakan semakin meluas dan membahayakan pengguna jalan.

Menurut FKUB, akses menuju TPST Jayakerta merupakan jalur vital yang setiap hari dilalui kendaraan pengangkut sampah maupun masyarakat sekitar. Namun hingga kini kondisi jalan masih dipenuhi lubang dan permukaannya tidak rata.

Saat musim hujan, kondisi tersebut disebut semakin mengkhawatirkan. Air yang menggenang kerap menutupi lubang sehingga menyulitkan pengendara untuk menghindarinya.

Ketua GMPI Jayakerta, Fuad Hasan mengatakan jalan tersebut sudah lama mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan serius dari pemerintah.

“Kalau hujan turun, lubang-lubang di jalan sering tidak terlihat karena tertutup genangan air. Ini sangat berbahaya, terutama bagi pengendara roda dua,” kata Fuad.

Menurutnya, keberadaan TPST Jayakerta memiliki peran penting dalam sistem pengelolaan sampah di Karawang. Karena itu, akses menuju lokasi tersebut seharusnya mendapat perhatian lebih agar aktivitas pengangkutan dan pengolahan sampah berjalan lancar.

Ia menilai perbaikan jalan tidak hanya berkaitan dengan operasional TPST, tetapi juga menyangkut kepentingan masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut untuk beraktivitas.

“Jangan sampai masyarakat terus dirugikan karena kondisi jalan yang rusak. Infrastruktur yang layak adalah kebutuhan dasar warga,” ujarnya.

FKUB juga mengingatkan bahwa kerusakan jalan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, terutama pada malam hari. Minimnya penerangan di beberapa titik membuat pengendara semakin sulit melihat kondisi jalan.

Selain meminta perbaikan, FKUB mendorong adanya program pemeliharaan rutin agar jalan tidak cepat rusak kembali setelah diperbaiki.

Menurut mereka, pembangunan infrastruktur harus dibarengi dengan pengawasan dan perawatan yang berkelanjutan sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Fuad berharap aspirasi warga yang selama ini mengeluhkan kondisi jalan dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah maupun instansi terkait.

“Kami berharap ada langkah nyata, minimal dilakukan survei lapangan untuk melihat langsung kondisi jalan saat ini. Jangan menunggu sampai kerusakannya semakin parah atau bahkan menimbulkan korban,” tegasnya.

FKUB memastikan akan terus mengawal persoalan tersebut dan menyampaikan berbagai masukan dari masyarakat kepada pihak berwenang.

Hingga saat ini, warga masih menunggu kepastian mengenai rencana perbaikan akses jalan menuju TPST Jayakerta yang dinilai sangat penting bagi kelancaran aktivitas masyarakat maupun pelayanan pengelolaan sampah di wilayah Karawang Utara. (Asbel)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.