KARAWANG, alexanews.id – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (BEM UNSIKA) menggelar aksi damai bertajuk “Mempertanyakan Nasib Indonesia” pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kritik, serta pandangan terhadap kondisi bangsa di usia kemerdekaan yang telah menginjak 81 tahun.
Melalui aksi tersebut, BEM UNSIKA mengajak masyarakat untuk bersama-sama merefleksikan perjalanan Indonesia dan mempertanyakan sejauh mana cita-cita para pendiri bangsa telah terwujud dalam kehidupan sehari-hari.
Menteri Kajian Strategis dan Advokasi (Kastrat) BEM UNSIKA, Bagus, mengatakan bahwa momentum kemerdekaan seharusnya tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga ruang evaluasi terhadap berbagai persoalan yang masih dirasakan masyarakat.
“Di usia kemerdekaan yang sudah menginjak 81 tahun ini, yuk kita berhenti sejenak dan merenung bersama. Apakah kondisi negeri kita hari ini benar-benar sudah sesuai dengan apa yang diimpikan para pendiri bangsa?” ujar Bagus dalam keterangannya.
Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini membuat beban hidup terasa semakin berat. Karena itu, keberanian untuk menyampaikan suara dan aspirasi dinilai menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi.
BEM UNSIKA menilai bahwa ruang publik harus tetap menjadi tempat bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara damai, santun, dan bertanggung jawab.
Dalam aksi yang digelar pada sore hari tersebut, mahasiswa membuka kesempatan seluas-luasnya kepada warga untuk menyampaikan keluh kesah, kritik, masukan, maupun harapan yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan menyampaikan aspirasi secara langsung. Ini adalah panggung terbuka bagi rakyat untuk menyuarakan apa yang mereka rasakan,” kata Bagus.
Ia menegaskan bahwa gerakan tersebut lahir dari semangat solidaritas antarsesama warga negara yang memiliki kepedulian terhadap masa depan Indonesia.
Sebagai bentuk dukungan terhadap peserta aksi, BEM UNSIKA juga menyiapkan pembagian makanan gratis bagi masyarakat yang hadir. Program tersebut berasal dari dana kolektif yang dihimpun oleh anggota BEM UNSIKA.
Menurut panitia, pembagian makanan gratis itu merupakan simbol gotong royong sekaligus bentuk kepedulian terhadap sesama masyarakat yang turut hadir menyampaikan aspirasi secara tertib dan bermartabat.
“Kegiatan ini murni digerakkan oleh semangat solidaritas sesama rakyat. Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian sosial dan perjuangan menyampaikan aspirasi dapat berjalan beriringan,” ujarnya.
BEM UNSIKA berharap aksi damai tersebut dapat menjadi wadah dialog publik yang sehat serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi.
Selain itu, mahasiswa juga mengajak seluruh peserta untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung dan mengedepankan sikap santun dalam menyampaikan pendapat.
“Mari rapatkan barisan, sampaikan suara dengan santun, dan jadikan momentum ini sebagai bentuk solidaritas antarsesama warga,” kata Bagus.
Panitia menyebutkan bahwa informasi lebih lanjut mengenai kegiatan tersebut dapat diperoleh melalui kanal resmi BEM UNSIKA maupun Universitas Singaperbangsa Karawang.
Aksi “Mempertanyakan Nasib Indonesia” diharapkan menjadi salah satu ruang refleksi bersama terkait kondisi bangsa saat ini sekaligus menjadi sarana penyampaian aspirasi masyarakat secara damai sesuai prinsip demokrasi. (King)










