KARAWANG — Suasana Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, mulai terasa makin panas. Pada Kamis (10/9/2026), Gunawan resmi datang ke Sekretariat Panitia Pilkades Kemiri untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Kemiri periode 2026–2034.

Yang bikin momen pendaftaran ini mencuri perhatian bukan cuma sosok Gunawan, tetapi juga rombongan pendukung yang mengiringinya.

Lebih dari 500 orang disebut hadir mengantarkan Gunawan menuju sekretariat panitia. Saking banyaknya, lapangan di depan Kantor Desa Kemiri bahkan disebut tak mampu menampung seluruh massa yang datang.

Ratusan warga dari berbagai kalangan tampak memadati sekitar lokasi. Mereka datang sebagai bentuk dukungan sekaligus menyaksikan langsung proses pendaftaran Gunawan sebagai salah satu bakal calon dalam kontestasi Pilkades Kemiri.

Suasana pun berubah ramai. Massa pendukung terlihat antusias mengiringi Gunawan hingga proses pendaftaran di sekretariat panitia.

Momentum tersebut menjadi semakin penting karena Kamis, 10 September 2026 merupakan hari terakhir masa pendaftaran bakal calon Kepala Desa Kemiri.

Panitia Pemilihan Kepala Desa Kemiri, Endang Ursada, membenarkan kedatangan Gunawan untuk mengikuti proses pendaftaran pada hari terakhir.

Menurut Endang, berdasarkan waktu kedatangannya, Gunawan kemungkinan menjadi salah satu pendaftar terakhir dalam tahapan tersebut.

“Sepertinya beliau ini pendaftar terakhir bakal calon Kepala Desa Kemiri yang datang ke kantor sekretariat panitia. Karena memang hari ini merupakan hari terakhir bagi para calon yang ingin mendaftar,” ungkap Endang Ursada.

Besarnya massa yang datang juga menjadi pemandangan tersendiri dalam proses Pilkades Kemiri. Lebih dari 500 orang disebut turut mengantar Gunawan, hingga area lapangan depan kantor desa terlihat penuh.

Antusiasme tersebut setidaknya menunjukkan bahwa pertarungan menuju kursi Kepala Desa Kemiri periode 2026–2034 mulai mendapat perhatian serius dari masyarakat.

Namun, ramainya dukungan di hari pendaftaran tentu belum menjadi penentu hasil akhir. Setelah masa pendaftaran ditutup, para bakal calon masih harus melewati sejumlah tahapan sesuai mekanisme Pilkades sebelum nantinya ditetapkan sebagai calon kepala desa.

Pilkades bukan sekadar soal siapa yang paling banyak mendapat iringan massa. Lebih dari itu, pesta demokrasi di tingkat desa menjadi ruang bagi masyarakat untuk menentukan sosok yang dianggap mampu membawa perubahan, meningkatkan pelayanan publik, serta mendorong pembangunan desa.

Karena itu, masyarakat Kemiri diharapkan tetap menjaga suasana demokrasi agar berlangsung aman, tertib dan kondusif.

Perbedaan pilihan merupakan hal biasa dalam demokrasi. Jangan sampai dukungan politik justru membuat hubungan antarwarga terpecah.

Dengan resminya Gunawan mendaftarkan diri dan hadirnya lebih dari 500 pendukung, peta persaingan Pilkades Kemiri 2026–2034 kini semakin menarik untuk disimak.

Siapa yang akhirnya mampu merebut hati masyarakat Kemiri? Jawabannya tentu akan ditentukan dalam tahapan Pilkades berikutnya. (Asbel)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.