BEKASI — Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Waringinjaya, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, mulai masuk fase panas.

Panitia Pilkades resmi menetapkan empat calon kepala desa yang akan bertarung dalam kontestasi periode 2026–2034.

Penetapan tersebut digelar pada Kamis (10/9/2026) sekaligus dirangkai dengan pengundian dan penetapan nomor urut calon. Pemungutan suara sendiri dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2026.

Ketua Panitia Pilkades Waringinjaya, Mahpudin alias Akay, meminta seluruh kandidat dan pendukungnya tidak menjadikan pesta demokrasi desa sebagai ajang saling sikut.

Menurutnya, Pilkades harus menjadi momentum adu gagasan dan program, bukan adu emosi yang berujung gesekan di tengah masyarakat.

“Saya selaku panitia berpesan kepada seluruh calon Kepala Desa Waringinjaya agar selalu menjaga kondusivitas dan keamanan. Mari kita laksanakan pesta demokrasi desa ini dengan sehat dan tanpa gesekan antarpihak,” ujar Mahpudin.

Sebelumnya, terdapat lima bakal calon yang mengikuti tahapan Pilkades Waringinjaya. Mereka yakni Dirman, H. Zaenal Abidin, Asep Supriadi, Taupik, dan Habil Ridwansyah Kurniawan.

Namun, dalam agenda penetapan calon, Habil Ridwansyah Kurniawan tidak hadir. Ketidakhadiran tersebut kemudian berimplikasi terhadap statusnya dalam tahapan Pilkades, sehingga kontestasi akhirnya diikuti empat calon.

Sementara hasil pengundian nomor urut menetapkan:

  • Nomor urut 1: H. Zaenal Abidin
  • Nomor urut 2: Dirman
  • Nomor urut 3: Asep Supriadi
  • Nomor urut 4: Taupik

Dengan demikian, empat nama tersebut resmi menjadi calon yang akan memperebutkan kepercayaan masyarakat Waringinjaya pada hari pencoblosan.

Jangan Sampai Beda Pilihan Bikin Hubungan Berantakan

Plt. Kepala Desa Waringinjaya, Maulana, turut mengingatkan seluruh kandidat agar mampu menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.

Baginya, beda pilihan politik merupakan hal biasa. Yang jangan sampai terjadi, kata dia, perbedaan pilihan justru membuat hubungan antarmasyarakat menjadi renggang.

“Yang terpenting bagaimana kita semua bisa menjaga kondusivitas selama kontestasi berlangsung. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan hingga pelaksanaan pemungutan suara,” pesannya.

Maulana berharap Pilkades bukan hanya menghasilkan pemenang, tetapi juga melahirkan pemimpin yang mampu membawa Waringinjaya ke arah yang lebih baik.

Camat Kedungwaringin juga meminta seluruh calon bertanggung jawab, bukan hanya kepada diri sendiri, tetapi juga kepada masyarakat Desa Waringinjaya.

Ia mengajak seluruh pihak menjaga agar seluruh tahapan Pilkades berjalan aman, tertib dan lancar hingga hari pencoblosan.

“Para calon nantinya harus mampu bertanggung jawab kepada diri sendiri dan masyarakat. Mudah-mudahan seluruh tahapan berjalan lancar sampai pelaksanaan dan nantinya melahirkan putra terbaik untuk Desa Waringinjaya,” ujarnya.

Dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang cukup tinggi, seluruh pihak juga diminta tidak meremehkan potensi dinamika di lapangan.

Agenda penetapan dan pengundian nomor urut tersebut turut dihadiri Camat Kedungwaringin, Kapolsek Kedungwaringin beserta jajaran, Danramil 13/Kedungwaringin beserta anggota, BPD Waringinjaya, serta jajaran Panitia Pilkades.

Kini, empat calon telah resmi mengantongi nomor urut. Tinggal menunggu 20 September 2026, ketika suara masyarakat Waringinjaya akan menentukan siapa yang dipercaya memimpin desa untuk periode 2026–2034.

Pesta demokrasi desa dimulai. Beda pilihan boleh, persatuan tetap nomor satu. (Wnd)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.