KARAWANG, alexanews.id — Aliansi Mahasiswa Pemuda Pangkal Perjuangan Karawang (AMPPERA Karawang) menyoroti informasi mengenai dugaan fasilitas kredit Bank BJB dan BRI Karawang yang disebut diperoleh seorang nasabah dan diduga digunakan sebagai modal untuk kepentingan pencalonan kepala desa di Kabupaten Karawang.
Koordinator AMPPERA Karawang, Ahmad Gani, mengatakan pihaknya telah mengantongi identitas nasabah serta informasi awal mengenai fasilitas kredit tersebut.
Menurut Gani, pihaknya ingin mengklarifikasi informasi tersebut secara langsung kepada Bank BJB dan BRI Karawang khususnya terkait tujuan pembiayaan, proses analisis dan persetujuan kredit, serta kesesuaian penggunaan dana dengan tujuan yang disampaikan kepada pihak bank.
Gani menegaskan belum menyimpulkan adanya penyalahgunaan kredit maupun pelanggaran prosedur dalam pemberian fasilitas tersebut.
“Kami membawa informasi untuk diklarifikasi, bukan membawa vonis,” demikian poin yang disampaikan AMPPERA dalam surat permohonan audiensi diterima Redaksi, Kamis 8 Oktober 2026.
Gani mengatakan, apabila benar terdapat penggunaan fasilitas kredit untuk kepentingan pencalonan kepala desa, pihaknya ingin mengetahui apakah hal tersebut telah diketahui dan dipertimbangkan dalam proses pemberian kredit.
Sebaliknya, apabila informasi tersebut tidak benar, AMPPERA memberikan ruang kepada Bank BJB untuk memberikan klarifikasi berdasarkan data dan dokumen yang dimiliki.
AMPPERA juga mempertanyakan penerapan prinsip kehati-hatian dalam proses pemberian kredit tersebut, termasuk kesesuaian antara tujuan kredit dengan penggunaan dana.
Untuk itu, AMPPERA Karawang berencana melakukan audiensi dengan pihak Bank BJB Karawang pada Senin, 12 Oktober 2026, pukul 13.00 WIB hingga selesai. Sebanyak 10 orang perwakilan AMPPERA dijadwalkan hadir dalam audiensi tersebut.
Hingga berita ini dibuat, belum ada keterangan resmi dari pihak Bank BJB mengenai informasi yang disampaikan AMPPERA.
Pihak perwakilan Bjb Karawang, Sidiq saat dikonfirmasi mengatakan akan menelusiri soal info ini. Sementara Humas BRI Karawang, Ageng, belum merespons saat dikonfirmasi. (Lalan)










