KARAWANG, Alexanews.id – Ratusan hektare lahan persawahan di Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, dilaporkan mengalami kekeringan.
Kondisi tersebut membuat sejumlah petani khawatir kembali mengalami gagal panen.
Petani menyebut kekeringan tidak hanya dipicu kemarau panjang, tetapi juga diduga diperparah oleh kondisi saluran irigasi yang tersumbat.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah keberadaan bangunan permanen yang berdiri di atas atau memakan badan saluran air.
Salah satu lokasi yang dikeluhkan berada di sekitar Pasar Karangjati, Kecamatan Pedes. Bangunan permanen yang disebut-sebut berdiri di area saluran air dinilai menghambat kelancaran aliran menuju areal persawahan.
Menurut para petani, persoalan tersebut sebenarnya sudah pernah disampaikan kepada pihak kecamatan maupun UPTD terkait.
Namun, hingga kini mereka mengaku belum melihat adanya penanganan serius di lapangan.
“Katanya Bupati sedang mendukung ketahanan pangan. Di mana letak keberpihakan kepada petani? Kami kemarin gagal panen,” ujar salah seorang petani.
Petani berharap pemerintah daerah segera turun tangan mengecek kondisi jaringan irigasi, termasuk menelusuri keberadaan bangunan permanen yang diduga mengganggu saluran air.
Mereka juga meminta agar persoalan kekeringan tidak hanya ditangani ketika musim kemarau sudah parah.
Perbaikan dan normalisasi saluran irigasi dinilai penting agar distribusi air ke lahan pertanian dapat berjalan maksimal.
Para petani berharap pemerintah Kabupaten Karawang dapat segera memberikan solusi konkret, mengingat sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan daerah. (Lan)










