KARAWANG, Alexanews.id – Proyek pembangunan drainase menggunakan U-Ditch di lingkungan Dusun Tamelang RT 16 RW 007, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, menuai kritik.

Pekerjaan yang dikerjakan CV Mulia Jaya Pratama dengan nilai anggaran Rp189.148.000 dari APBD Kabupaten Karawang melalui Dinas PUPR itu diduga tidak dikerjakan sesuai standar teknis.

Bukan tanpa alasan, kondisi di lapangan justru memunculkan tanda tanya. Berdasarkan laporan warga berinisial DS, pemasangan U-Ditch diduga dilakukan tanpa persiapan dasar yang memadai.

Alih-alih dipasang di atas lantai kerja yang telah dipersiapkan, beton U-Ditch justru terlihat diturunkan langsung ke bekas galian yang masih dipenuhi air dan tanah becek.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait metode pelaksanaan pekerjaan. Sebab, pekerjaan konstruksi drainase semestinya memperhatikan kesiapan dasar pemasangan, pemadatan, serta tahapan teknis sesuai spesifikasi kontrak.

“Kalau dikerjakan dengan spek seperti ini, sangat jauh. Anggarannya bisa dipangkas dong. Takutnya kalau tidak sesuai spek, tidak lama kemudian bisa berubah atau bergeser,” ungkap DS.

Menurut DS, sebelum U-Ditch dipasang, seharusnya air di lokasi dibersihkan terlebih dahulu, kemudian dilakukan pemadatan dan pembuatan lantai kerja sesuai ketentuan teknis.

“Harusnya ada pemadatan lantai dulu, airnya dibersihkan, kemudian diboplang. Tapi yang terjadi di lapangan jauh dari harapan,” ujarnya.

Kondisi ini tentu tidak bisa dianggap sebagai persoalan sepele. Dengan nilai anggaran mencapai Rp189 juta, publik berhak mempertanyakan apakah pekerjaan tersebut benar-benar dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis atau sekadar mengejar penyelesaian fisik.

Jangan sampai beton terlihat rapi dari atas, tetapi pekerjaan di bagian bawah justru menyimpan persoalan.

Sebab, kualitas drainase bukan hanya soal U-Ditch sudah terpasang, melainkan juga bagaimana proses pemasangannya dilakukan agar konstruksi kokoh dan bertahan lama.

Kini, Dinas PUPR Kabupaten Karawang dituntut tidak sekadar menerima laporan progres pekerjaan.

Pengawasan langsung ke lapangan perlu dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara pelaksanaan, volume pekerjaan, spesifikasi teknis, dan anggaran yang digunakan.

Pihak pelaksana, CV Mulia Jaya Pratama, juga perlu memberikan penjelasan terkait metode pemasangan U-Ditch tersebut.

Jangan sampai proyek yang dibiayai uang rakyat justru meninggalkan pekerjaan yang kualitasnya dipertanyakan. Anggaran boleh terserap, tetapi kualitas pekerjaan jangan sampai ikut tergerus.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak CV Mulia Jaya Pratama maupun Dinas PUPR Kabupaten Karawang terkait dugaan tersebut. (Lan)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.