KARAWANG, AlexaNews.ID – Atmosfer panas El Clasico Indonesia kembali menyelimuti sepak bola nasional. Persib Bandung dijadwalkan menjamu rival abadinya, Persija Jakarta, pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026) sore.

Pertandingan sarat gengsi yang akan berlangsung pukul 15.30 WIB itu dipastikan menyedot perhatian publik. Selain membawa nama besar dua klub raksasa, laga ini juga berpotensi memengaruhi persaingan di papan atas klasemen sementara.

Menjelang duel krusial tersebut, pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, memastikan kondisi timnya berada dalam tren positif. Dari hasil evaluasi latihan, mayoritas pemain berada dalam kondisi fisik dan mental yang siap untuk laga berintensitas tinggi.

Pantauan sesi latihan resmi yang digelar di Lapangan Pendamping GBLA, Jumat (9/1/2026), menunjukkan kabar baik bagi Maung Bandung. Sejumlah pemain yang sebelumnya berkutat dengan cedera kini telah kembali menjalani latihan penuh dan dinyatakan siap diturunkan.

Nama-nama seperti Beckham Putra Nugraha, Teja Paku Alam, Eliano Reijnders, hingga Federico Barba sudah kembali bergabung dengan skuad utama. Kondisi ini membuat Persib hampir tampil dengan komposisi terbaiknya saat menghadapi Macan Kemayoran.

Meski demikian, Persib masih harus kehilangan dua pemain. Andrew Jung belum pulih sepenuhnya dari cedera, sementara Saddil Ramdani harus absen akibat skorsing kartu merah yang diterimanya pada laga sebelumnya kontra Persik Kediri.

Laga yang tiketnya telah habis terjual ini bukan sekadar duel rivalitas. Persija Jakarta saat ini menempati posisi kedua klasemen dengan koleksi 35 poin, sehingga hasil pertandingan akan sangat berpengaruh terhadap peta persaingan menuju puncak klasemen Super League.

Dari kubu Persib, beberapa pemain diprediksi menjadi kunci permainan. Thom Haye diproyeksikan sebagai motor lini tengah berkat visi bermain, distribusi bola, serta kemampuannya menciptakan ancaman dari lini kedua. Sementara Eliano Reijnders berpeluang menjadi pembeda lewat pergerakan cepat dan kreativitasnya dalam membongkar pertahanan lawan.

Di sisi lain, Persija Jakarta juga datang dengan materi pemain berpengalaman. Rizky Ridho tetap menjadi pilar utama di jantung pertahanan, terutama dalam mengantisipasi bola mati. Sedangkan Jordi Amat diharapkan memberi ketenangan dan kepemimpinan di lini belakang tim tamu.

Namun, laga klasik seperti ini kerap menghadirkan kejutan. Tekanan mental, atmosfer stadion, dan keputusan taktik bisa membuat pemain bintang tampil di bawah performa terbaiknya. Absennya Saddil Ramdani menjadi salah satu faktor yang bisa memengaruhi variasi serangan Persib, sementara kondisi kebugaran beberapa pemain Persija juga patut menjadi perhatian.

Dengan rivalitas panjang dan tensi tinggi yang selalu menyertai El Clasico Indonesia, pertandingan Persib Bandung vs Persija Jakarta dipastikan bukan hanya soal strategi, tetapi juga adu mental dan konsistensi selama 90 menit. Siapa yang mampu mengendalikan emosi dan memaksimalkan peluang, berpeluang keluar sebagai penentu arah persaingan Super League musim ini. (Asy)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.