PANDEGLANG, alexanews.id – Paguyuban Ambulans Siaga Bhakti Nusantara Kabupaten Pandeglang menggelar kegiatan sosial dengan membagikan makanan berbuka puasa kepada keluarga pasien di Rumah Sakit Umum Berkah Pandeglang.
Kegiatan yang dilaksanakan belum lama ini merupakan bentuk kepedulian para pengemudi ambulans terhadap keluarga pasien yang tengah mendampingi kerabat mereka menjalani perawatan di rumah sakit, khususnya selama bulan suci Ramadan.
Ketua Paguyuban Ambulans Siaga Bhakti Nusantara Pandeglang, Erwin, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari pengalaman para pengemudi ambulans yang sering berinteraksi langsung dengan keluarga pasien di lapangan.
Menurutnya, banyak keluarga pasien yang harus menghabiskan waktu berhari-hari di rumah sakit demi mendampingi anggota keluarga yang sedang dirawat.
“Berdasarkan pengalaman kami sebagai pengemudi ambulans, banyak keluarga pasien yang hampir sepanjang waktu berada di rumah sakit untuk menjaga sanak saudara mereka,” ujar Erwin.
Kondisi tersebut kerap membuat sebagian keluarga pasien kesulitan memenuhi kebutuhan makan, termasuk saat waktu berbuka puasa tiba.
Selain harus fokus pada kondisi pasien, keterbatasan ekonomi juga menjadi faktor yang membuat mereka tidak selalu bisa menyiapkan makanan berbuka dengan layak.
Melihat situasi tersebut, paguyuban ambulans berinisiatif menggelar kegiatan berbagi makanan berbuka puasa untuk meringankan beban keluarga pasien yang sedang menghadapi situasi sulit.
Erwin menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan bantuan makanan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moral bagi keluarga pasien agar tetap kuat menghadapi masa perawatan.
“Kami ingin memberikan sedikit bantuan agar keluarga pasien bisa merasakan perhatian dan kebersamaan, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan para relawan serta anggota paguyuban yang secara swadaya mengumpulkan donasi untuk menyiapkan paket makanan berbuka puasa.
Bantuan tersebut kemudian dibagikan langsung kepada keluarga pasien yang berada di lingkungan rumah sakit.
Menurut Erwin, sumber pendanaan kegiatan berasal dari kontribusi para anggota paguyuban secara gotong royong.
Tidak hanya berupa uang, sebagian anggota juga menyumbangkan hasil pertanian seperti ubi, singkong, dan pisang yang kemudian diolah menjadi makanan takjil.
“Anggarannya berasal dari kebersamaan anggota paguyuban. Ada yang menyumbang uang, ada juga yang memberikan hasil kebun seperti ubi, singkong, dan pisang yang kemudian kami olah menjadi makanan berbuka,” jelasnya.
Paguyuban Ambulans Siaga Bhakti Nusantara berharap kegiatan sosial ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Selain membantu keluarga pasien, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi ujian kesehatan dalam keluarga. (Pebri)










