SERANG, alexanews.id – Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Banten meluncurkan program “Jawara Mudik Provinsi Banten untuk Keluarga Berisiko Stunting (KRS)” di Area Terminal Pakupatan, Kota Serang, Jumat (13/3/2026). Program ini menghadirkan berbagai layanan kesehatan dan edukasi bagi pemudik sebagai upaya menjaga kesehatan keluarga sekaligus memperkuat pencegahan stunting di tengah momentum arus mudik Lebaran.
Kegiatan tersebut dilaksanakan selama empat hari, mulai 13 hingga 16 Maret 2026, dan menyasar keluarga berisiko stunting serta masyarakat umum yang melakukan perjalanan mudik melalui Terminal Pakupatan. Melalui program ini, BKKBN Banten menyediakan berbagai layanan kesehatan, konseling keluarga, hingga bantuan sosial bagi pemudik agar perjalanan pulang kampung tetap aman, sehat, dan ramah keluarga.
Peluncuran program tersebut dihadiri oleh Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Yuda Ganda Putra, Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Pakupatan Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Kementerian Perhubungan Waluyo Diyanto, serta perwakilan dari Dinas Perhubungan Provinsi Banten.
Selain itu, acara juga dihadiri Direktur LAZ Qalamul Umran Banten Lukman Hakim, perwakilan DP3AKB Kota Serang, Ketua DPD IPeKB Provinsi Banten beserta jajaran, Ketua Dharma Wanita Persatuan Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, para ketua tim kerja di lingkungan BKKBN Provinsi Banten, serta para pemudik yang tengah bersiap melakukan perjalanan ke kampung halaman.
Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Yuda Ganda Putra menjelaskan bahwa momentum mudik Lebaran merupakan kesempatan yang tepat untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan keluarga kepada masyarakat.
Menurutnya, perjalanan mudik tidak hanya menjadi momen pulang ke kampung halaman, tetapi juga menjadi ruang sosial yang mempererat hubungan keluarga sekaligus sarana menyampaikan edukasi tentang kesehatan keluarga.
“Momentum mudik Lebaran ini bukan sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi juga perjalanan sosial yang mempererat silaturahmi keluarga. Karena itu kami memanfaatkan momentum ini untuk menghadirkan edukasi dan layanan kesehatan keluarga di tengah masyarakat yang sedang melakukan perjalanan,” ujar Yuda.
Ia menambahkan bahwa perjalanan mudik yang biasanya berlangsung cukup panjang berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan keluarga, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan balita.
Kelompok tersebut termasuk kategori yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap stunting jika tidak mendapatkan perhatian kesehatan dan asupan gizi yang memadai.
“Melalui program Jawara Mudik ini kami ingin memastikan keluarga yang melakukan perjalanan mudik, khususnya yang memiliki ibu hamil, bayi, dan balita, tetap mendapatkan perhatian kesehatan yang memadai. Mudik tetap berjalan, tetapi kesehatan keluarga juga harus tetap dijaga,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, BKKBN Banten menyediakan berbagai layanan bagi pemudik yang melintas di Terminal Pakupatan. Layanan tersebut antara lain pemberian santunan bagi keluarga berisiko stunting yang akan melakukan perjalanan mudik, serta fasilitas tempat istirahat keluarga yang dilengkapi minuman dan makanan bernutrisi.
Fasilitas ini terutama diperuntukkan bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan balita atau yang dikenal dengan istilah 3B.
Selain itu, tersedia pula layanan konseling keluarga serta Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) melalui program Mobil Penerangan Bangga Kencana dan Satya Gatra Mobile yang memberikan informasi seputar kesehatan keluarga dan pengasuhan anak.
BKKBN Banten juga menyediakan layanan kontrasepsi pil bagi masyarakat yang membutuhkan, serta fasilitas playground bagi anak-anak agar mereka dapat beristirahat dan bermain selama menunggu perjalanan.
Tak hanya itu, pemudik juga dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, serta kadar asam urat. Selain pemeriksaan kesehatan, pemudik juga mendapatkan vitamin, souvenir, serta berbagai informasi mengenai program kependudukan dan pembangunan keluarga yang disampaikan melalui media luar ruang di area terminal.
Program Jawara Mudik 2026 ini juga menjadi bagian dari penguatan Program Bangga Kencana yang selama ini dijalankan BKKBN, sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan penurunan angka stunting di Provinsi Banten.
Melalui pendekatan layanan langsung kepada masyarakat di titik-titik mobilitas seperti terminal, diharapkan pesan tentang pentingnya kesehatan keluarga, gizi seimbang, serta pengasuhan anak dapat tersampaikan dengan lebih luas.
BKKBN Banten berharap melalui program ini kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan keluarga selama perjalanan mudik semakin meningkat. Dengan demikian, upaya mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di masa depan dapat terus diperkuat. (Pebri)










