COREBON, alexanews.id – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Barat memastikan kesiapan pelayanan keimigrasian bagi calon jemaah haji tahun 2026 di Embarkasi Kertajati. Langkah ini dilakukan guna menjamin kelancaran proses keberangkatan ribuan jemaah dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Barat, Jaya Saputra, turun langsung melakukan monitoring sekaligus penguatan kesiapan di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon, Rabu (15/4/2026).

Dalam arahannya, Jaya menegaskan pentingnya profesionalisme dan integritas seluruh petugas dalam memberikan pelayanan kepada calon jemaah haji. Ia mengingatkan bahwa pelayanan keimigrasian merupakan bagian penting dalam mendukung kelancaran ibadah haji.

“Seluruh petugas harus bekerja maksimal, penuh tanggung jawab, serta menjaga kesehatan. Selain itu, penting juga memahami mekanisme kerja sesuai kebijakan terbaru di lapangan,” tegasnya.

Menurutnya, ketelitian dalam proses pemeriksaan dokumen menjadi kunci utama untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi imigrasi. Setiap tahapan harus dilakukan secara cermat dan sesuai prosedur yang berlaku.

Tidak hanya itu, Jaya juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Sejumlah fasilitas seperti cap keimigrasian, mobile unit, segel imigrasi, alat pemeriksaan manual hingga perangkat komunikasi turut diperiksa secara menyeluruh.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kendala teknis selama proses pelayanan berlangsung.

“Semua peralatan harus siap digunakan agar pelayanan berjalan lancar tanpa hambatan,” ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Jaya didampingi Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon, Komang Trisna Diatmika. Keduanya juga meninjau langsung sejumlah titik penting, termasuk Asrama Haji Indramayu dan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati.

Peninjauan difokuskan pada kesiapan alur pelayanan keimigrasian, mulai dari pemeriksaan dokumen perjalanan hingga koordinasi antarinstansi yang terlibat.

Koordinasi lintas sektor menjadi perhatian penting, mengingat penyelenggaraan ibadah haji melibatkan banyak pihak. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi para jemaah.

Komang Trisna Diatmika mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah strategis dalam menghadapi musim haji 2026. Mulai dari rapat koordinasi intensif, penugasan personel, hingga penyediaan fasilitas pendukung telah dipersiapkan secara matang.

Selain itu, sinergi juga dibangun dengan sejumlah instansi terkait, seperti Bea Cukai, Karantina Kesehatan, Kementerian Haji dan Umrah, TNI/Polri, PT BIJB Perseroda, Otoritas Bandara Wilayah I, serta maskapai Saudia Airlines.

“Koordinasi ini penting untuk memastikan seluruh tahapan keberangkatan jemaah berjalan lancar dan sesuai prosedur,” jelas Komang.

Berdasarkan data dari Kementerian Haji dan Umrah, jumlah calon jemaah haji yang akan diberangkatkan melalui Embarkasi Kertajati mencapai 17.566 orang.

Mereka akan diberangkatkan dalam 40 kelompok terbang (kloter), dengan rata-rata 440 jemaah per kloter. Para jemaah tersebut berasal dari 19 kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Keberangkatan perdana dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026. Kloter pertama akan diisi oleh jemaah asal Kabupaten Indramayu yang diberangkatkan menggunakan maskapai Saudia Airlines melalui penerbangan SV5311 dari Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, Kabupaten Majalengka.

Dalam pelaksanaannya, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon akan menjalankan sejumlah layanan utama. Di antaranya pemeriksaan keabsahan dokumen perjalanan, verifikasi visa haji, serta pengecekan boarding pass.

Selain itu, petugas juga akan memastikan bahwa setiap jemaah tidak termasuk dalam daftar cegah keimigrasian sebelum dilakukan proses peneraan cap keluar wilayah Indonesia.

Untuk mendukung kelancaran pelayanan, sebanyak 57 petugas imigrasi telah disiagakan. Mereka dibagi ke dalam empat grup yang akan bertugas secara bergantian selama proses keberangkatan berlangsung.

Pembagian tugas ini dilakukan untuk menjaga efektivitas pelayanan serta memastikan setiap jemaah mendapatkan layanan yang cepat dan tepat.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, pihak imigrasi optimistis seluruh rangkaian pelayanan keimigrasian dapat berjalan dengan tertib dan lancar.

Selain itu, pelayanan yang diberikan diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi para calon jemaah haji, sehingga mereka dapat fokus menjalankan ibadah dengan khusyuk.

Momentum ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor keimigrasian dan penyelenggaraan ibadah haji.

Para calon jemaah pun diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan baik, baik dari segi administrasi maupun kesehatan.

Dengan kesiapan yang matang dari seluruh pihak, keberangkatan jemaah haji melalui Embarkasi Kertajati tahun 2026 diharapkan berjalan sukses tanpa kendala berarti.

Di akhir kegiatan, Jaya Saputra juga menyampaikan harapan agar seluruh jemaah diberikan kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci hingga kembali ke Indonesia.

“Kami berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan, keselamatan, serta dapat menjalankan ibadah dengan lancar hingga kembali sebagai haji yang mabrur,” pungkasnya. (Johan)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.