CIREBON, alexanews.id – Kebakaran terjadi di lingkungan SMA Negeri 1 Ciwaringin, Desa Bringin, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jumat (5/6/2026) siang. Peristiwa tersebut menghanguskan salah satu ruang belajar dan sejumlah fasilitas sekolah.

Kebakaran diduga berasal dari sisa pembakaran sampah di sekitar area sekolah yang kembali menyala lalu merembet ke bangunan kelas.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Sarana dan Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Menurut Eno, laporan pertama diterima petugas dari seorang guru bernama Nur Laely pada pukul 13.43 WIB.

“Petugas Damkar Sektor Palimanan menerima laporan pukul 13.43 WIB dan langsung berangkat menuju lokasi pada pukul 13.45 WIB,” ujar Eno.

Sesampainya di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB, petugas mendapati api sudah berhasil dikendalikan oleh guru, staf sekolah, dan para siswa yang bergotong royong melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.

Meski demikian, petugas Damkar tetap melakukan penanganan lanjutan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali.

Proses pendinginan berlangsung hingga pukul 14.33 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, area yang terdampak dinyatakan aman dari potensi kebakaran susulan.

Akibat kejadian tersebut, sekitar 50 meter persegi area sekolah mengalami kerusakan akibat terbakar. Sementara sebagian besar kompleks sekolah dengan luas sekitar 7.000 meter persegi berhasil diselamatkan dari amukan api.

Sejumlah fasilitas sekolah yang dilaporkan hangus terbakar di antaranya tumpukan buku yang sudah tidak terpakai, enam meja belajar, empat kursi belajar, serta beberapa material bangunan ruang kelas.

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta.

Eno Sujana mengapresiasi kesigapan guru dan siswa yang bergerak cepat saat mengetahui adanya kebakaran. Menurutnya, respons awal tersebut turut membantu mencegah api menjalar ke bangunan lain di lingkungan sekolah.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap aktivitas pembakaran sampah di sekitar bangunan dan fasilitas umum. Sisa api yang tampak padam dapat kembali menyala apabila masih terdapat bara yang belum benar-benar mati.

Pihak terkait mengimbau masyarakat untuk memastikan api benar-benar padam setelah melakukan pembakaran sampah guna mencegah terjadinya kebakaran yang dapat mengakibatkan kerugian lebih besar. (Kirno)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.