KARAWANG, alexanews.id – Kehadiran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rengasdengklok mendapat sambutan baik dari masyarakat di wilayah pesisir utara Kabupaten Karawang.
Rumah sakit tersebut dinilai sangat membantu warga karena akses pelayanan kesehatan kini menjadi lebih dekat. Masyarakat dari Kecamatan Rengasdengklok, Pakisjaya, Cibuaya, Pedes, dan sekitarnya tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke RSUD Karawang untuk mendapatkan layanan medis.
Selain itu, sejumlah warga juga mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan tenaga kesehatan dan petugas rumah sakit. Mereka menilai pelayanan yang diberikan cukup baik, cepat, dan ramah kepada pasien.
Namun di tengah apresiasi tersebut, muncul keluhan dari sebagian warga Desa Amansari. Warga mengaku terganggu dengan adanya aktivitas pembakaran sisa makanan yang disebut berasal dari lingkungan RSUD Rengasdengklok dan dikelola oleh pihak tertentu.
Keluhan datang dari warga RT 12 Desa Amansari. Mereka menilai asap dan bau yang muncul dari lokasi pembakaran cukup mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, berinisial D, mengatakan bau yang ditimbulkan cukup menyengat, terutama saat berada di dekat lokasi pembakaran.
“Kalau melintas atau berada di dekat lokasi pembakaran, baunya cukup menyengat dan mengganggu. Kami berharap ada solusi agar tidak mengganggu warga,” ujarnya.
Warga berharap pengelolaan sisa makanan dapat dilakukan dengan cara yang lebih baik sehingga tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.
Mereka juga meminta pihak terkait untuk meninjau kembali mekanisme pengelolaan sisa makanan tersebut agar sesuai dengan aturan yang berlaku.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak RSUD Rengasdengklok maupun instansi terkait mengenai keluhan warga tersebut. Pihak media masih berupaya meminta konfirmasi guna mendapatkan informasi yang berimbang. (Asbel)










