KARAWANG, alexanews.id – Kondisi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kecamatan Rengasdengklok kembali menjadi perhatian masyarakat. Fasilitas publik yang dibangun dengan anggaran cukup besar itu kini dinilai kurang terawat dan terlihat kumuh.
Berdasarkan pantauan warga, sejumlah bagian area RTH dipenuhi rumput liar dan sampah. Kondisi tersebut membuat fungsi RTH sebagai ruang publik dan tempat rekreasi masyarakat menjadi kurang optimal.
Sejumlah warga mengaku kecewa melihat kondisi fasilitas yang sebelumnya diharapkan menjadi salah satu ruang terbuka yang nyaman bagi masyarakat Rengasdengklok.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku hampir setiap hari melihat tumpukan sampah di sekitar lokasi. Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan kesan kumuh dan mengurangi kenyamanan pengunjung.
“Sayang sekali. Bangunannya sudah bagus, tapi sekarang terlihat kurang terurus. Rumput tumbuh liar dan sampah masih terlihat di beberapa titik,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat segera melakukan penataan serta pemeliharaan secara rutin agar fasilitas tersebut kembali berfungsi dengan baik.
Menurut mereka, aset publik yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah perlu mendapatkan perawatan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Selain itu, masyarakat juga meminta adanya pengawasan terhadap fasilitas umum yang telah dibangun agar tidak terkesan dibiarkan setelah proyek selesai dikerjakan.
Warga menilai RTH seharusnya menjadi ruang yang bersih, nyaman, dan aman untuk berbagai aktivitas masyarakat, seperti berolahraga, bersantai, maupun kegiatan sosial lainnya.
Mereka berharap adanya langkah konkret dari pemerintah untuk memperbaiki kondisi kawasan tersebut sehingga dapat kembali menjadi ruang terbuka hijau yang layak dan membanggakan bagi masyarakat Rengasdengklok.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Karawang maupun pihak terkait mengenai kondisi pemeliharaan RTH tersebut. Upaya konfirmasi masih dilakukan guna mendapatkan penjelasan lebih lanjut dan menjaga keberimbangan informasi. (Asbel)










