CIREBON, alexanews.id – Sebuah warung semi permanen milik Ismail yang berada di Blok 04, Jalan Suropati, RT 001/RW 004, Desa Tegalgubug Lor, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, hangus terbakar pada Minggu pagi, 12 Juli 2026.

Peristiwa kebakaran tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik pada lampu warung. Akibat kejadian itu, korban diperkirakan mengalami kerugian materiil sekitar Rp15 juta.

Kepala Bidang Pemadam, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana (PPSP) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, membenarkan adanya insiden kebakaran yang menghanguskan bangunan warung beserta seluruh isinya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, api mulai berkobar sekitar pukul 06.30 WIB. Saat kejadian, warung dalam kondisi kosong karena pemiliknya sedang meninggalkan lokasi untuk sementara waktu.

Ketika kembali, Ismail dikejutkan dengan kobaran api yang sudah membesar dan melalap hampir seluruh bagian bangunan. Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.

Di tengah kepanikan tersebut, seorang warga bernama Hamid segera menghubungi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon untuk meminta bantuan.

Laporan diterima Damkar Pos Sektor Arjawinangun pada pukul 06.47 WIB. Hanya berselang dua menit, Regu 2 langsung bergerak menuju lokasi kejadian dengan membawa armada dan personel yang diperlukan.

Meski sempat menghadapi hambatan berupa padatnya aktivitas masyarakat di jalan raya, petugas akhirnya tiba di lokasi sekitar pukul 06.56 WIB.

Saat petugas tiba, api utama sebenarnya telah berhasil dipadamkan oleh warga. Namun, kondisi bangunan sudah mengalami kerusakan parah dan bagian atap warung dilaporkan ambruk akibat besarnya kobaran api.

“Ketika anggota tiba di lokasi, atap bangunan sudah ambruk. Namun masih terdapat bara api dan kepulan asap tebal sehingga dilakukan pemadaman lanjutan serta pendinginan menggunakan satu jalur selang,” demikian keterangan dalam laporan resmi Damkar Sektor Arjawinangun.

Proses pemadaman lanjutan berlangsung hingga pukul 07.15 WIB dan dilanjutkan dengan pendinginan menyeluruh sampai sekitar pukul 07.40 WIB. Setelah dipastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan, situasi dinyatakan aman dan terkendali.

Akibat kebakaran tersebut, bangunan warung berukuran sekitar 8 meter persegi beserta seluruh perabot di dalamnya hangus terbakar. Meski demikian, sebagian kecil area bangunan sekitar 1 meter persegi masih dapat diselamatkan.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini.

Sejumlah barang berharga yang ikut terbakar antara lain satu unit televisi, kompor gas beserta tabungnya, rak piring dan perlengkapan makan, dispenser, serta berbagai perlengkapan usaha lainnya yang berada di dalam warung.

Total kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai sekitar Rp15.000.000.

Dari hasil investigasi awal, sumber api diduga berasal dari arus pendek listrik atau korsleting pada instalasi lampu warung.

Selain Regu 2 Damkar Sektor Arjawinangun, penanganan insiden ini juga melibatkan petugas PLN dan masyarakat setempat yang membantu mengamankan jaringan listrik di sekitar lokasi kejadian guna mencegah risiko kebakaran lanjutan. (Kirno)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.