KARAWANG, alexanews.id – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMP Negeri 1 Telagasari, Kabupaten Karawang, berjalan tertib dan lancar hingga hari keempat.
Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang melalui monitoring langsung oleh pengawas bina.
Ketua Panitia TKA yang juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Dede Kurniawan, S.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian berlangsung sesuai rencana dengan tingkat kehadiran siswa yang tinggi.
“Hari ini merupakan hari keempat pelaksanaan TKA. Alhamdulillah berjalan lancar dan tertib. Anak-anak mengikuti dengan penuh semangat,” ujarnya.
Sebanyak 438 siswa mengikuti TKA di SMPN 1 Telagasari, terdiri dari 290 siswa laki-laki dan 148 siswa perempuan. Untuk mendukung kelancaran, peserta dibagi ke dalam tiga gelombang.
Gelombang pertama telah dilaksanakan pada awal pekan, dilanjutkan gelombang kedua pada 8–9 April, sementara gelombang ketiga dijadwalkan pada 13–14 April mendatang.
Pihak sekolah juga menyiapkan ujian susulan bagi siswa yang berhalangan hadir dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, seperti sakit. Pelaksanaan susulan direncanakan berlangsung pada 11 hingga 17 Mei.
Dalam pelaksanaannya, TKA mengujikan dua mata pelajaran utama, yakni Matematika dan Bahasa Indonesia, yang dilengkapi dengan survei karakter serta survei lingkungan belajar.
Dede menjelaskan, TKA memiliki perbedaan dengan asesmen sebelumnya yang lebih menitikberatkan pada literasi dan numerasi umum.
“Sekarang lebih spesifik pada Matematika dan Bahasa Indonesia, dan pesertanya siswa kelas IX sebagai jenjang akhir di SMP,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil TKA memiliki peran penting bagi siswa maupun sekolah. Bagi siswa, hasil tersebut dapat menjadi salah satu penentu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA atau SMK melalui jalur prestasi.
Sementara bagi sekolah, hasil TKA menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran ke depan.
“Kami berharap siswa mendapatkan hasil terbaik agar bisa melanjutkan ke sekolah yang diinginkan. Ini juga menjadi bahan evaluasi bagi guru,” pungkasnya. (Yopie Iskandar)









