KARAWANG, alexanews.id – Dinamika demokrasi tingkat lingkungan mulai terasa di Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur. Empat wilayah Rukun Warga (RW) dipastikan segera memasuki tahapan pemilihan kepengurusan baru setelah masa bakti ketua RW sebelumnya berakhir.
Pemerintah Kelurahan Plawad kini mulai mempersiapkan proses pemilihan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Tak sekadar pergantian kepengurusan biasa, momentum tersebut bahkan disebut akan menjadi “pesta demokrasi” tingkat lingkungan apabila seluruh tahapan berjalan serentak.
Lurah Plawad, Nabiyil Anzal Diaswara, S.Tr.IP., M.A menegaskan bahwa pemilihan Ketua RW sepenuhnya merupakan hak masyarakat. Pihak kelurahan hanya berperan memfasilitasi agar proses berjalan tertib dan sesuai musyawarah warga.
Menurutnya, keberadaan RW memang menjadi bagian penting dari struktur pemerintahan kelurahan. Namun dalam mekanisme pemilihannya, keputusan tetap berada di tangan masyarakat di masing-masing wilayah.
“RW itu bagian dari pemerintahan di kelurahan, tetapi pemilihannya tetap dilakukan oleh masyarakat. Karena itu kami mengumpulkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan unsur lainnya untuk bermusyawarah bersama,” ujar Nabiyil.
Saat ini proses pembentukan tahapan pemilihan mulai berjalan di sejumlah RW. Di RW 02, warga telah sepakat menggelar pemilihan dan membentuk Tim 11 sebagai panitia pelaksana.
Sementara di RW 03, tahapan serupa juga mulai dilakukan dengan pembentukan Tim 9 yang nantinya bertugas mengawal jalannya proses demokrasi di lingkungan tersebut.
Menariknya, dinamika di setiap RW ternyata berbeda-beda. Ada wilayah yang menginginkan pemilihan langsung, namun ada pula yang memilih melanjutkan kepemimpinan lama melalui mekanisme musyawarah mufakat atau aklamasi.
Nabiyil menyebut Kelurahan Plawad memiliki karakter masyarakat yang unik dalam menentukan pemimpin lingkungannya.
“Plawad ini unik. Contohnya di RW 07, masyarakat langsung sepakat menunjuk ketua RW lama untuk melanjutkan kembali. Sementara di RW 08 kemungkinan akan ada pemilihan. Di RW 06 bahkan hanya ada satu calon yang maju,” katanya.
Pihak kelurahan sendiri masih menunggu hasil rapat lanjutan hingga Jumat mendatang untuk memastikan seluruh RW yang masa baktinya habis akan menggunakan mekanisme pemilihan langsung atau cukup melalui musyawarah warga.
Jika nantinya seluruh wilayah sepakat menggelar pemilihan, Pemerintah Kelurahan Plawad berencana menyatukan seluruh proses pemungutan suara dalam satu waktu.
Langkah tersebut dinilai bukan hanya lebih efisien, tetapi juga dapat meningkatkan antusiasme masyarakat dalam berpartisipasi menentukan pemimpin lingkungannya masing-masing.
“Kalau nanti semuanya mengarah ke pemilihan, rencananya akan kami serentakkan. Ini bisa menjadi pesta demokrasi di Kelurahan Plawad. Warga akan memilih calon pemimpin yang nantinya selalu hadir untuk masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan hak pilih secara bijak. Menurutnya, sosok Ketua RW memiliki peran penting sebagai penghubung antara warga dan pemerintah kelurahan.
Karena itu, masyarakat diminta memilih figur yang amanah, dekat dengan warga, dan mampu menjalankan tanggung jawab sosial di lingkungannya.
“Pilihan itu sepenuhnya ada di tangan warga. Saya berharap masyarakat memilih sosok yang amanah dan benar-benar bisa menjalankan kepercayaan yang diberikan,” tuturnya.
Tak hanya kepada warga, pesan khusus juga disampaikan kepada para calon Ketua RW yang nantinya ikut dalam proses pemilihan. Nabiyil berharap para calon benar-benar siap mengabdikan diri untuk masyarakat apabila dipercaya memimpin wilayahnya.
Menurutnya, jabatan Ketua RW bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah sosial yang menuntut kehadiran nyata di tengah masyarakat.
“Bagi para calon RW, ketika nanti dipercaya masyarakat, saya berharap bisa mempertanggungjawabkan amanah itu dengan baik dan benar-benar hadir untuk warga,” pungkasnya. (Yopie Iskandar)










