KARAWANG, alexanews.id – Suasana Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, mendadak semarak dan penuh warna saat ratusan siswa-siswi SMPN 2 Suranenggala Kabupaten Cirebon turun ke jalan mengikuti Karnaval Budaya Nusantara yang berlangsung meriah dan spektakuler.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari projek kokurikuler lintas mata pelajaran dengan mengusung tema “Berkebhinekaan Global, Kearifan Lokal, dan Gaya Hidup Berkelanjutan” melalui tajuk besar “Melestarikan Budaya Bangsa dan Menjaga Alam Semesta”.

Karnaval budaya ini sekaligus menjadi implementasi nyata Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka yang dikemas secara kreatif, edukatif, dan menghibur.

Acara dipimpin langsung Kepala SMPN 2 Suranenggala, Hj. Tri Gayati, S.Pd., M.M dan secara resmi dilepas oleh Camat Suranenggala Amin Mugni, M.AP.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Muspika, Komite Sekolah, Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan, pengawas sekolah, Ketua PGRI Kecamatan Suranenggala, hingga para kepala sekolah SD dari wilayah Suranenggala dan Kapetakan.

Sepanjang rute karnaval, masyarakat tampak antusias menyaksikan berbagai penampilan budaya yang dibawakan para siswa. Mereka mengenakan aneka kostum tradisional dari berbagai daerah di Indonesia dengan sentuhan modern yang tetap menjunjung nilai kesopanan dan budaya Nusantara.

Hj. Tri Gayati menjelaskan, kegiatan outing class tersebut bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk memahami pentingnya menjaga budaya Indonesia sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami ingin siswa memahami bahwa Indonesia memiliki keberagaman budaya yang luar biasa, namun tetap satu dalam identitas bangsa. Selain itu, siswa juga diajak peduli terhadap lingkungan melalui kreativitas memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, terdapat tiga pilar utama yang menjadi fokus pembelajaran siswa.

Pilar pertama adalah Berkebhinekaan Global. Para peserta menampilkan sedikitnya 16 budaya dari berbagai provinsi di Indonesia. Keunikan tampak dari perpaduan kostum tradisional dengan sentuhan kreatif modern yang tetap menjaga nilai budaya lokal.

Pilar kedua yakni Kearifan Lokal. Para siswa menampilkan budaya khas Cirebon dan Suranenggala melalui pertunjukan seni tradisional, iringan gamelan, tarling, hingga penampilan burok dan barongsai yang membuat suasana semakin meriah.

Dentuman musik tradisional yang menggema sepanjang jalan menjadi simbol kecintaan generasi muda terhadap akar budaya daerah yang terus dilestarikan.

Sementara itu, pilar ketiga adalah Gaya Hidup Berkelanjutan. Dalam sesi ini, kreativitas siswa benar-benar diuji melalui pembuatan kostum eco-friendly berbahan dasar barang bekas dan material daur ulang.

Botol plastik, koran bekas, daun kering, hingga limbah rumah tangga lainnya disulap menjadi busana unik, menarik, dan estetik.

Tak hanya menampilkan kreativitas, para peserta juga membawa pesan edukasi lingkungan kepada masyarakat. Mereka membentangkan poster dan spanduk berisi ajakan mengurangi sampah plastik, menghemat energi, serta menjaga bumi agar tetap lestari.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata Kurikulum Merdeka. Siswa belajar kreatif, peduli lingkungan, sekaligus memahami pentingnya menjaga tradisi dan kebhinekaan secara bersamaan,” tambah Hj. Tri Gayati di sela kegiatan.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak yang hadir. Banyak yang menilai SMPN 2 Suranenggala berhasil menghadirkan pendidikan karakter yang kuat melalui pendekatan kreatif dan menyenangkan.

Sekolah dinilai tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga membentuk generasi muda yang berkarakter, cinta budaya, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sesuai nilai-nilai Pancasila.

Melalui kegiatan ini pula, SMPN 2 Suranenggala terus mendorong terwujudnya visi sekolah BERKILAU, yakni sekolah yang beriman, berkarakter, berwawasan ilmu global, dan berbudaya lingkungan. (Kirno)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.